Kesenjangan kemampuan kecerdasan artifisial bukan sekadar urusan siapa yang bisa memakai aplikasi terbaru. Ini adalah soal daya saing kerja, mutu layanan publik, ketahanan UMKM, dan kemampuan warga memahami teknologi yang semakin masuk ke keputusan sehari-hari.
Antara melaporkan Kementerian Komunikasi dan Digital memetakan langkah strategis untuk mengatasi kesenjangan kapabilitas AI di Indonesia. Pemerintah menyoroti perlunya kolaborasi lintas pihak agar pemanfaatan AI tidak hanya dinikmati kelompok yang sudah memiliki akses, literasi, dan sumber daya digital lebih kuat.
Masalah utamanya bukan hanya kurang pelatihan. Banyak program literasi digital berhenti pada webinar, sertifikat, atau pengenalan alat. Padahal kebutuhan publik lebih praktis: guru perlu contoh penggunaan AI yang aman di kelas, tenaga kesehatan perlu batas etis pemakaian data, UMKM perlu bantuan membuat proses kerja lebih efisien, dan aparatur pemerintah perlu standar akuntabilitas ketika memakai sistem otomatis.
Karena itu, kebijakan AI harus dibangun dengan ukuran yang jelas. Berapa sekolah yang benar-benar mendapat modul pembelajaran? Berapa pelaku UMKM yang bisa memakai alat digital untuk produksi dan pemasaran? Berapa layanan publik yang menggunakan AI dengan audit data dan perlindungan privasi? Tanpa indikator seperti itu, narasi transformasi digital mudah terdengar besar tetapi sulit diuji.
Pemerintah juga perlu menjaga agar adopsi AI tidak memperlebar ketimpangan daerah. Kota besar akan bergerak lebih cepat karena akses internet, perangkat, dan komunitas teknologinya lebih siap. Daerah dengan infrastruktur lemah membutuhkan pendekatan berbeda, termasuk pendampingan langsung dan materi yang relevan dengan kebutuhan lokal.
AI bisa menjadi alat peningkatan produktivitas, tetapi hanya jika tata kelolanya tidak diserahkan sepenuhnya kepada pasar. Negara perlu hadir sebagai pembuat standar, penyedia akses, dan penjaga hak warga. Kesenjangan AI tidak akan tertutup oleh seremoni pelatihan; ia perlu kerja panjang yang dapat diukur.
Sumber: ANTARA News.
Comments
Login to join the conversation and leave a comment.
Loading comments...



