Disclaimer: Tulisan santai ini adalah murni opini dari Penulis~
8 April 2018
Genap delapan hari sejak menjabat sebagai GM JOT, Melody mengumumkan program JKT48 Re: Boost, kembali ke akar, ke titik nol. Tulisan kali ini tidak akan membahas agenda Re: Boost itu secara umum, tetapi akan lebih fokus pada satu elemen yang sangat menggelitik gw di dalam Re: Boost itu sendiri, UZA sebagai salah satu single dari double single yang akan direlease oleh JKT48 di bulan Juli nanti.
UZA adalah salah satu single terbaik AKB48. Setelah kehilangan Center abadi mereka Maeda Atsuko, fans otomatis mengandalkan Oshima Yuko sebagai ujung tombak grup yang saat itu sedang dimasa keemasannya. Hal ini dibuktikan dengan terpilihnya Yuko sebagai Center Senbatsu SSK yang akhirnya berujung menjadi single Gingham Check. Single yang sangat empuk ditelinga, dengan vibe yang sangat manis dan cute.
Selepas Gingham, Manajemen dengan cerdiknya menggunakan animo Yuko-hype ini dan di luar dugaan memasangkan Matsui Jurina dari sister group SKE48 sebagai pasangan Double Center dari Yuko. Sebuah gestur yang menandakan zaman baru, zaman perubahan. Sebelum UZA, tidak ada single AKB48 yang memiliki Center yang berasal dari sister group. Selalu seorang member inti dari AKB48.
Semangat perubahan inilah yang juga tercermin dalam pemilihan UZA sebagai single pertama JKT48. Era baru. New JKT48. UZA, yang berarti annoying atau sangat mengganggu, sangatlah kekinian dan mencerminkan perilaku sosial kaum milenial dan muda Indonesia saat ini. Keegoisan dan etnosentrisme menyebar dimana-mana, semua menganggap diri mereka penting dan paling benar (baca: netizen :p). Egoisme dan Narsisme adalah warna dari masa muda semua orang.
Didukung dengan lirik yang sangat lugas dan mengena (note: apabila translasi dilakukan dengan baik), UZA mengusung koreografi yang sulit, penuh semangat, dan enerjik dengan musik EDM yang sangat catchy. Gw pribadi ga akan heran kalau akan ada DJ lokal yang nge-mash UZA pada waktu mereka perform nantinya. UZA sangat menjanjikan di pasar Indonesia.
Selain itu, Double Single juga menyelesaikan salah satu dilema manajemen, yaitu masalah Senbatsu. Dengan memasangkan Everyday, Kachuusha yang notabene memiliki warna cerah, manis, dan musim panas dengan UZA, yang gelap dan grim , manajemen memiliki kebebasan untuk memilih dua line up Senbatsu berbeda. Bukan hal yang baru. Senbatsu dengan 32 member sudah pernah ada di 48 Group, contohnya di lagu Bokutachi wa Tatakawanai. Satu line up diisi dengan kecantikan, kehangatan, keindahan khas Idol dan yang satunya diisi dengan kelompok member yang memiliki kemampuan dance yang mumpuni. Pedang bermata dua yang sangat cantik apabila dimainkan dengan indah oleh Melody.
All in all, I literally can’t wait.
Twitter and IG: luckyp08
Catatan arsip: artikel ini pertama kali diterbitkan di Mamen48 pada 11 April 2018. Ejaan dan konteks waktu mengikuti penerbitan aslinya.