GIG ALERTS • NEW DROPS EVERY FRIDAY • JABODETABEK FIRST • JOIN THE CROWD • GIG ALERTS • NEW DROPS EVERY FRIDAY • JABODETABEK FIRST • JOIN THE CROWD • GIG ALERTS • NEW DROPS EVERY FRIDAY • JABODETABEK FIRST • JOIN THE CROWD • GIG ALERTS • NEW DROPS EVERY FRIDAY • JABODETABEK FIRST • JOIN THE CROWD •
UZA: Senbatsu Pertama Jinan JKT48
Hobbies/JKT48

UZA: Senbatsu Pertama Jinan JKT48

ragetegar

Senbatsu salah satu single ke-19 JKT48 berjudul UZA resmi diumumkan pada tanggal 13 Mei 2018 di JKT48 Theater oleh General Manager JKT48 yang baru, Melody Nurramdhani Laksani. Sebelumnya, JKT48 Operational Team (JOT) melalui kanal Youtube telah secara berkala mengunggah video latihan UZA setiap tim JKT48, baik tim J, KIII, maupun T. Pengumuman senbatsu tersebut termasuk ke dalam rangkaian JKT48 RE:BOOST Project yang akan merilis double single, yaitu Everyday, Kachuusa dan UZA.

Berbeda dari metode sebelumnya, senbatsu UZA dipilih oleh JOT berdasarkan audisi dance pada tanggal 10 Mei 2018. Audisi tersebut mempertimbangkan aspek usaha saat latihan, kualitas penampilan, dan potensi diri ke depan. Di antara nama-nama mentereng, seperti Shania Junianatha, Beby Chaesara Anadilla, dan Cindy Yuvia, terselip nama-nama pendatang baru di jajaran senbatsu JKT48, salah satunya ialah Jinan Safa Safira.

Jinan dengan persona barunya yang feminin menjelma kuda hitam di senbatsu UZA. Sebelum kemunculannya di video latihan UZA versi JKT48 tim T, tidak banyak yang memprediksi dara berzodiak Gemini ini akan menembus posisi senbatsu. Ia hanya sebatas anggota JKT48 tim T yang secara reguler tampil di setlist Seishun Girls membawakan unit song Blue Rose. Terlebih lagi, Jinan belum pernah masuk ke dalam peringkat senbatsu atau undergirls saat penyelenggaraan sousenkyo JKT48.

Audisi dance yang diadakan JOT untuk pemilihan senbatsu UZA jelas membuat peluang Jinan terbuka lebar. Ia memiliki kesempatan dan kemungkinan yang sama dengan para anggota JKT48 lainnya. Hal itu bergantung kepada usaha mandiri seluruh anggota JKT48. Walaupun demikian, JOT pasti telah mempertimbangkan faktor-faktor lain yang dapat mendongkrak komoditas dan popularitas JKT48.

Jinan tentu telah melewati perjuangan yang berat untuk memperoleh satu slot senbatsu UZA. Terlebih lagi, lagu UZA diakui sebagai lagu dengan dance tersulit disepanjang sejarah 48 group. Latihan yang dilakukan oleh para anggota JKT48 bahkan disebut-sebut bagaikan neraka. Dalam video latihan UZA versi JKT48 tim T, Jinan juga membeberkan persiapannya dalam menghadapi audisi dance.

“Cara ngelewatin waktu latihan UZA sih persiapin diri, soalnya kan lagu UZA itu memang benar-benar beda sama lagu-lagu JKT48 yang lain. Jadi, harus siap (gitu) badannya, nggak boleh lengah sedikit pun. Jadi, harus benar-benar sehat, fit, dan persiapin tenaga yang banyak buat latihan UZA”, terang Jinan di video latihan UZA versi JKT48 tim T.

Setelah video latihan UZA versi JKT48 tim T rilis, nama Jinan mulai hangat diperbincangkan untuk masuk ke dalam jajaran senbatsu. Hal itu didukung pula oleh pernyataan Jinan saat sesi MC pertunjukan teater Seishun Girls pada tanggal 12 Mei 2018 yang berkeinginan sekali masuk ke dalam senbatsu. Jinan seolah berkata bahwa ia ingin mengamini perjuangan keras dan harapan para penggemarnya untuk dapat menangkring disampul dan video lagu tersulit disepanjang sejarah 48 group.

Jinan termasuk ke dalam anggota senbatsu UZA yang terakhir disebutkan namanya. Para penonton sempat menyahutkan nama Jinan saat mengetahui anggota tim T yang bakal masuk ke dalam senbatsu. Akhirnya, Jinan dipanggil dengan dijawab sorak-sorai para penonton dan anggota JKT48 lainnya. Ia tampak tetap kalem sembari menunduk hormat alih-alih menyembunyikan rasa bahagianya yang meledak-ledak.

Saat diberi kesempatan untuk mengutarakan impresinya. Jinan merasa tidak menyangka akhirnya mencatatkan sejarah untuk pertama kalinya masuk ke dalam senbatsu. Prestasi tersebut tentu terasa spesial karena berasal dari usahanya sendiri. Ia juga berterima kasih karena kerja kerasnya tidak akan pernah berhasil tanpa dukungan dan doa para penggemarnya.

“Pertama kalinya nih masuk senbatsu. Nggak nyangka saja ternyata aku bisa (gitu) masuk senbatsu. Mungkin memang kalau dari manajemen aku nggak dilihat atau dari fans aku nggak kepilih, tapi aku bisa berusaha sendiri (gitu) biar masuk senbatsu. Terima kasih ya semuanya atas dukungannya,” ungkap Jinan menanggapi hasil pemilihan senbatsu UZA.

Senbatsu salah satu single ke-19 JKT48 berjudul UZA kali ini mencatatkan sejumlah fakta menarik. Stephanie Pricilla Indarto, Melati Putri Sesilia, dan Jinan Safa Safira berhasil merengkuh posisi senbatsu untuk pertama kalinya. Single ini juga menjadi senbatsu kedua Natalia setelah terakhir pada tahun 2013 yang membawakan single Yuuhi wo Miteiru ka? saat masih berstatus trainee generasi dua JKT48. Sementara itu, Ni Made Aurellia dan Feni Fitriyanti menjadi dua anggota JKT48 yang berhasil masuk kejajaran senbatsu tanpa mekanisme sousenkyo. Keduanya pernah terlibat bersama dalam senbatsu Janken berjudul Love Trip.

Prospek Senbatsu dan Kesempatan Jinan Melebarkan Sayap

JKT48 RE:BOOST Project tidak berhenti sampai pemilihan senbatsu double single ke-19 Everyday, Kachuusa dan UZA. Salah satu proyek besar yang juga akan dihelat ialah JKT48 Circus. Kegiatan ini bakal dilaksanakan pada bulan Juli dengan tema lagu Saikou ka yo. Pada saat itu pula, double single Everyday, Kachuusa dan UZA akan dibawakan. Proyek tersebut tampak akan digarap dengan serius mengingat Melody Nurramdhani Laksani selaku General Manager JKT48 berencana berkeliling Indonesia menemui fans far untuk mendiskusikan JKT48 Circus secara langsung.

Kesempatan mengikuti JKT48 Circus sebagai senbatsu UZA dapat menjadi pengalaman berharga bagi Jinan. Ia bisa memperoleh penggemar baru dari berbagai wilayah di Indonesia. Kekuatan fans far konon merupakan silent majority yang dapat mendongkrak elektabilitas diajang sousenkyo. Selain itu, tujuan JKT48 Circus tidak lain ialah untuk mengenalkan seluruh anggota JKT48 agar tidak tersegmentasi kepada figur tertentu. Hal itu yang terkadang menjadi permasalahan karena masyarakat hanya mengenal Melody Nurramdhani Laksani, Nabilah Ratna Ayu, dan Jessica Veranda sebagai wajah JKT48. Setelah ketiganya lulus, tidak ada sosok lain yang melekat di benak masyarakat.

Prospek senbatsu tentu dapat meningkatkan frekuensi kemunculan di acara televisi. Jinan setidaknya akan mendapatkan kesempatan untuk memberikan kesan diingatan penonton layar kaca. Pengalaman syuting di depan kamera pasti terasa berbeda dibandingkan dengan tampil di teater JKT48. Selain itu, peluang memperoleh tawaran iklan suatu produk atau ikut bagian dalam jenama terkemuka akan menjadi kesan berharga yang dapat dikenang.

Harga senbatsu terasa amat mahal karena harus dibayar dengan konsekuensi. Padatnya jadwal dan kesibukan kesana-kemari bisa mengganggu perkuliahan Jinan. Manajemen waktu dan pembagian prioritas yang tepat akan membantu Jinan dalam menyongsong karier yang lebih bersinar di JKT48. Hal tersebut tentu menuntut profesionalitas Jinan dalam bekerja sebagai figur publik.

Di usianya yang menginjak tiga tahun, Jinanika terus berbenah menjadi basis penggemar yang solid. Kematangan konsep publikasi dan kekompakan dalam mendukung sang idola terus mereka rabuk secara perlahan. Kini telah tiba masa bagi Jinanika untuk unjuk gigi dan menyumbangkan prestasi bagi oshi, Jinan Safa Safira. Ia membutuhkan brigade yang kukuh saat terjatuh, infanteri yang setia saat berlari, dan sayap yang terkembang saat terbang.

Setelah menjelma menjadi sosok yang feminin dengan senyum yang tak henti-hentinya berpaling, Jinan telah membuktikan bahwa ia adalah seorang pekerja keras. Jinan tentu tidak akan cepat puas dengan pencapaiannya saat ini. Masih ada jalan panjang yang harus dilewati dan bahkan langkah berat yang nantinya bakal tertatih.

Images : Twitter

Catatan arsip: artikel ini pertama kali diterbitkan di Mamen48 pada 21 Mei 2018. Ejaan dan konteks waktu mengikuti penerbitan aslinya.

Share This Article

Comments

Login to join the conversation and leave a comment.

Loading comments...