GIG ALERTS • NEW DROPS EVERY FRIDAY • JABODETABEK FIRST • JOIN THE CROWD • GIG ALERTS • NEW DROPS EVERY FRIDAY • JABODETABEK FIRST • JOIN THE CROWD • GIG ALERTS • NEW DROPS EVERY FRIDAY • JABODETABEK FIRST • JOIN THE CROWD • GIG ALERTS • NEW DROPS EVERY FRIDAY • JABODETABEK FIRST • JOIN THE CROWD •
Team T: ‘Mau Dikemanain?’

Mari kita mulai dengan pengumuman perayaan 5 tahun teater JKT48, dengan tajuk ‘Janji Team T’.

Janji Team J, K dan T saat perayaan ulang tahun theater ke-5

Pada tanggal 8 September 2017, Melody sebagai perwakilan dari Team T menyampaikan bahwa Team T akan membawakan seluruh setlist JKT48.

Yang pada kala itu, setlist yang ditampilkan oleh Team T adalah ‘Boku no Taiyou’. Setlist yang sebelumnya dibawakan oleh kakak-kakak Team K3 di medio pertengahan tahun 2013 sampai awal 2014.

Artinya apa? Team T kedepannya, dan entah sampai kapan, akan me-remake atau membawakan kembali (revival) setlist-setlist yang sebelumnya sudah pernah dibawakan oleh kakak-kakaknya.

Pertanyaannya, ‘mau dikemanain’ Team T ini? Apakah manajemen bermaksud untuk sekadar menjadikan Team T sebagai ‘sarana bernostalgia‘? Yaa meskipun yang sudah-sudah, yang Team T katakan adalah “akan membawakan setlist ini sebagaimana Team T, tetap menjadi diri kami sendiri”. Seperti misalnya, menampilkan setlistBoku no Taiyou’ dengan pembawaannya Team T. Tentunya dengan tetap berkaca dari apa-apa saja yang sudah dilakukan oleh kakak-kakak Team K3 sebagai acuan. Seperti yang Melody bilang, “masih banyak yang Team T harus pelajari”.

Tak ingin membahas hal-hal di atas terlalu dalam, yang akan kita bicarakan kali ini adalah soal ‘diskografi’.

Apa imbas dari ‘Janji Team T’ di atas? Team T jadi tidak punya properti sendiri. Tidak punya kekhasannya sendiri. Tidak punya sesuatu untuk dikenang. Rekam jejak mereka. DVD.

Kenapa ini menjadi penting? Dari total 9 setlist yang pernah ada, Team T sudah membawakan ‘Renai Kinshi Jourei’, ‘Boku no Taiyou’, dan saat ini ‘Dareka no Tame ni’. Serta ‘Pajama Drive’ ketika masih atas nama Gen 4 & Gen 5.

Dan keempat setlist tersebut tidak ada DVD-nya.

Meskipun hal ini juga sebelumnya pernah terjadi saat Gen 3 membawakan setlist ‘Pajama Drive’, mereka tidak mendapatkan DVD. Namun, disetlist selanjutnya ketika sudah bernaung atas nama Team T saat membawakan setlist ‘Te wo Tsunaginagara’, setlist tersebut di-DVD-kan.

Berkaca dari setlist Team T sebelumnya yaitu ‘Renai Kinshi Jourei’ & ‘Boku no Taiyou’ yang tidak mendapatkan DVD, dan juga tentunya ‘Pajama Drive’. Mungkin kita juga tidak bisa berharap banyak soal itu. Karena Gen 3 pun tidak berkesempatan mendapatkannya. Lalu apa yang bisa kita harapkan dari setlistDareka no Tame ni’ ini? Juga bagaimana dengan setlist-setlist yang kelak akan Team T bawakan?

Berikut tabel diskografi dari setlist-setlist JKT48:

tabel diskografi dari setlist-setlist JKT48

Dengan perkiraan suatu setlist dibawakan per 5 bulan sekali (‘Pajama Drive’ 3 bulan, ‘Renai Kinshi Jourei’ 5 bulan, dan ‘Boku no Taiyou’ 5 bulan). Serta setlist ‘Dareka no Tame ni’ baru akan selesai dibawakan pada bulan Mei. Berarti per tahunnya Team T bisa membawakan sampai dengan 2 setlist. Karena terpotong Ramadhan dan lebaran yang lamanya sekitar 2 bulan.

Artinya, untuk melahap habis semua setlist yang ada (jika nanti janji ini terus berlanjut tentunya), kesembilan setlist di atas baru akan selesai dibawakan pada akhir 2020. Belum lagi jika ditambahkan setlistSaga Akari’ yang kedepannya akan Team K3 bawakan.

Jadi, pertanyaannya, “Apa mau gini-gini aja?” Terlebih kalau memang tetap tidak akan ada DVD-nya. Apa kita semua mau kalau kelak sampai 5 tahun pun Team T ini berkiprah, tidak akan ada satu rekam jejak pun?

Memang sih, dengan begini, planning dari Team T sudah lebih dahulu terbentuk dari jauh-jauh hari. Bahkan skalanya jangka panjang. Tapi mari kita bahas sisi lainnya, khususnya soal kenyataan bahwa tidak adanya DVD ini. Dan bagaimana Team T ke depannya— akankah iya akan begitu-gitu saja?

Demikian tulisan saya mengenai concern terhadap ‘saksi hidup’ dari Team T, dalam bentuk DVD, rekam jejak mereka. Karena momen sifatnya fana, maka dokumentasilah yang membuatnya abadi. Karena bagi saya pribadi, hal-hal seperti ini sifatnya penting. Esensial.

Terima kasih bagi para pembaca, terlebih apabila berkenan mendiskusikan hal ini. Karena harapan penulis ialah agar kita semua memiliki kesadaran yang sama. Dan ikut mengingatkan official (manajemen) sehingga mereka juga menyadari bahwa DVD itu, khususnya, masih diinginkan, dan merupakan hal yang penting dalam industri ini.

Sekian.

[tulisan disadur dari blog pribadi penulis di sini]

sumber lainnya


Catatan arsip: artikel ini pertama kali diterbitkan di Mamen48 pada 14 Januari 2018. Ejaan dan konteks waktu mengikuti penerbitan aslinya.

Share This Article

Comments

Login to join the conversation and leave a comment.

Loading comments...