Sebelum masuk kedalam tulisan, saya ingin berterima kasih kepada para fans JKT48. Terutama fans Viny, yang dengan pikiran imajinatifnya memilih dan berusaha menjadikan lagu ‘Petak Umpet Romansa’ masuk jajaran Top 3 dalam gelaran JKT48 Request Hour 2017. Sungguh, saya tidak pernah terpikirkan soal kehadiran lagu ini. Lagu yang menjadi pelipur lara, ketika Melody memutuskan untuk lulus dari JKT48.
Mengapa ‘Petak Umpet Romansa’ begitu penting untuk ditulis? Sejatinya, lagu ini merupakan bagian dari tiga lagu Zenza Girls dalam setlist AKB48. Tim A dengan ‘Miniskirt no Yousei’ masuk dalam setlist Mokugekisha, Tim K dengan ‘Lemon no Toshigoro’ masuk dalam RESET Revival Stage, dan Tim B dengan ‘Romance Kakurenbo’ masuk dalam Theater no Megami – yang juga dibawakan sebagai ‘Petak Umpet Romansa’ dalam setlist ke-3 tim J, Dewi Teater.
Zenza sendiri merupakan istilah Jepang untuk minor atau opening performer. Sebagai pertunjukan pembuka sebelum ‘Overture’, lagu Zenza Girls memang tidak menjadi bagian dari keseluruhan setlist. Itulah alasan kenapa Zenza Girls biasa diisi oleh member trainee (kenkyuusei) yang membawakan lagu-lagu tersebut secara bergantian.
‘Romance Kakurenbo’ di Jepang bukanlah lagu populer. Tercatat posisi lagu ini dalam AKB48 Request Hour 2015, 2016, dan 2017 secara berturut-turut hanya menduduki peringkat 185, 62, dan 59. Meski identik dengan trainee, lagu tersebut semuanya dibawakan Omori Miyu, member yang promosi ke Tim B pada 2013. Alasannya sedikit banyak karena lagu tersebut dinyanyikan juga oleh Omori Miyu dalam album 1830m yang rilis 2012 silam.
Menjadi jelas jika popularitas ‘Romance Kakurenbo’ atau ‘Petak Umpet Romansa’ tidak terlalu tinggi. Pertama, karena ini adalah lagu pembuka dan dibawakan sendiri – tidak banyak cerita yang bisa dihadirkan oleh lagu ini. Kedua, lagu ini biasa dibawakan oleh trainee atau dalam hal AKB48, Omori Miyu, yang basis fansnya tidak begitu besar. Kasarnya untuk apa menghabiskan materi dan tenaga untuk member yang belum teruji kemampuannya sebagai profesional.
Di Indonesia, ‘Petak Umpet Romansa’ identik dengan trainee generasi 3 dan 4. Saya tidak tahu siapa saja member yang pernah membawakan lagu ini. Namun untuk versi DVD-nya, saya melihat Sofia Meifaliani, member yang kini sudah lulus dari JKT48.
Tentu saja ada gap, dari setlist Dewi Teater terakhir dibawakan pada 2016 hingga pertengahan 2017. ‘Petak Umpet Romansa’ tidak pernah dianggap, bahkan untuk JKT48 Request Hour 2016, lagu ini sama sekali tidak masuk hitungan. Tetapi semua berubah ketika Negara Api menyerang.
Ketika Viny diturunkan menjadi trainee, tentu semua fans Viny berpikir keras. “Bagaimana cara membuat Viny bersinar di panggung Request Hour?”. Caranya seperti judul saya diatas, jadikan ‘Petak Umpet Romansa’ sebagai kunci.
Memilih ‘Petak Umpet Romansa’ untuk membuat Viny kembali bersinar sebenarnya tidak relasional. Alasannya, tentu karena Viny sama sekali tidak pernah membawakan lagu ini. Lagu yang pernah dibawakan oleh generasi ketiga dan keempat, yang sekarang telah menjadi anggota di tim masing-masing. Tentu member-member tersebut bisa kembali untuk membawakan ‘Petak Umpet Romansa’. Kekhawatiran tersebut membuat perjudian semakin berisiko.
Lagipula syarat utama ‘Petak Umpet Romansa’ adalah Zenza Girls yang tentu saja biasa dibawakan trainee. Ini berarti pilihan member jatuh kepada Diani, Aby, Kyla, Viny, dan Sania. Dari kelima member tersebut, hanya Diani saja yang pernah membawakan ‘Petak Umpet Romansa’ sebelumnya. Tentu dengan adanya fakta tersebut, Sudah sepantasnya Diani yang didapuk untuk membawakan ‘Petak Umpet Romansa’.
Tetapi kenapa para fans begitu percaya diri jika Viny yang akan membawakan ‘Petak Umpet Romansa’? Ingat, agar lagu tersebut mencapai peringkat dua tentu membutuhkan materi dan tenaga yang tidak sedikit.
Tanpa bermaksud untuk merendahkan Diani dan fansnya, saya rasa Viny adalah orang yang tepat untuk membawakan lagu ini. Pertama, karena tentu dia lebih berpengalaman. Kedua, karena dia memiliki basis fans lebih besar. Ketiga, dan yang paling penting, Viny membawa cerita penting yang layak dikenang oleh para fans JKT48. Cerita tentang perjuangan dan semangat pantang menyerah.
Argumen tersebut tentu bagi manajemen merupakan hal yang sangat mampu dipertimbangkan. Terbukti, Viny adalah orang yang didapuk untuk membawakan ‘Petak Umpet Romansa’ sebagai lagu yang menduduki peringkat 2 dalam JKT48 Request Hour 2017.
Naiknya dia keatas panggung menggunakan seifuku ‘Petak Umpet Romansa’, meski memar ditangan dan memakai perban di lutut akibat insiden beberapa waktu lalu, Viny tetap menunjukkan performa terbaiknya. Sendirian dia berhasil menyihir ribuan pasang mata yang menontonnya di Balai Sarbini dan juga yang melalui streaming.
Pertunjukannya merupakan comeback terbaik yang bisa disejajarkan dengan kemenangan Liverpool melawan AC Milan dalam Final Istanbul 2005. Atau kemenangan gemilang Barcelona melawan PSG dalam leg kedua Liga Champion 2016/2017. Apa yang Viny tampilkan kemarin (04/11), adalah epos tentang idola yang dahulu jatuh sebagai trainee, namun tetap mampu berjaya dalam gelaran sebesar JKT48 Request Hour. Biarkan epos tersebut menyejajarkan namanya dengan legenda-legenda lain di fandom 48 grup ini.
Sumber Foto : Twitter
Catatan arsip: artikel ini pertama kali diterbitkan di Mamen48 pada 6 November 2017. Ejaan dan konteks waktu mengikuti penerbitan aslinya.