Ada banyak cara untuk menyampaikan kekecewaan, dan lewat Melankolia Radikal, Dongker memberi ruang bagi kemarahan sekaligus kerapuhan. Keresahan terhadap negara, hubungan personal, hingga luka yang belum selesai terasa saling berdekatan. Buat saya, kekuatan album ini ada pada caranya mempertemukan persoalan besar dengan perasaan yang begitu sehari-hari.
Secara musikal, Dongker terdengar lebih tertata tanpa kehilangan tenaga. Gitar, bass, drum, dan vokal punya ruang untuk saling mengisi, sementara kehadiran synthesizer memberi warna tambahan pada beberapa lagu. Sentuhan pop dan alternatif membuat albumnya terasa lebih terbuka, tetapi semangat punk masih terasa dalam keberanian mereka menyampaikan keresahan.
Salah satu hal yang paling saya suka adalah pendekatan liriknya. Dongker tidak perlu memakai bahasa berbelit untuk menyampaikan sesuatu yang membekas. Pilihan katanya lugas, tetapi tetap punya kepekaan. Kemarahan dan kesedihan di album ini terasa dekat karena berangkat dari hal-hal yang bisa kita kenali: kecewa, kehilangan, dan lelah menghadapi keadaan.
“Selamat Malam Tuhan”, track pembuka, menjadi favorit saya. Pertemuan antara kebahagiaan dalam mimpi dan kenyataan yang harus kembali dihadapi memberi lagu ini rasa getir. Ada kelembutan di tengah keresahannya, seolah seseorang sedang mencari tempat untuk bercerita ketika dunia terasa terlalu melelahkan. Sebagai pembuka, lagu ini juga memberi pintu masuk yang kuat ke suasana Melankolia Radikal: personal, gelisah, dan penuh pertanyaan.
“Nirimajinasi” bersama Cholil Mahmud juga menjadi bagian yang menarik, sementara interpretasi Dongker atas “Air & Api” milik Naif memberi warna tersendiri. Keduanya menambah variasi dalam album yang tetap terasa punya arah dan karakter.
Meski begitu, Melankolia Radikal bukan tanpa kekurangan. Beberapa pola melodi dan pendekatan komposisinya masih terasa familier dengan karya Dongker sebelumnya. Ada bagian yang membuat saya ingin mendengar mereka mengambil risiko lebih jauh. Namun, hal itu tidak banyak mengurangi kenikmatan albumnya. Kekuatan penulisan lagu dan keterhubungan emosionalnya tetap menjadi alasan utama saya menikmati karya ini.
Bagi saya, Melankolia Radikal menunjukkan Dongker yang semakin matang dalam mengolah bunyi dan menyampaikan perasaan. Album ini punya tenaga untuk meneriakkan kekesalan, sekaligus kepekaan untuk menemani saat kita kehabisan kata-kata. Itu yang membuatnya berkesan.
Nilai: 9/10
Track favorit: “Selamat Malam Tuhan” — track 1.


