Apakah kau tahu apa itu JKT48?
JKT48 hanya sekumpulan gadis-gadis SMA yang tidak senonoh lengkap dengan rok mininya. Itu adalah sedikit jawaban dari orang awam yang nggak tahu sedikitpun tentang JKT48 termasuk keluarga, guru, dan teman-temanku dulu.
Lahir dan besar di sebuah kota kecil di Jawa tengah membuatku menjadi seorang yang sangat awam tentang JKT48. pertama kali aku menonton video JKT48 adalah di sekitar tahun 2013. Ketika itu aku menemukan sebuah flashdisk di parkiran tempatku sekolah. Di sana ada sebuah file dengan nama “Perkenalkan Nama Kami JKT48”. Saat itu aku sama sekali tidak tertarik untuk membukanya bahkan ada niatan aku akan menghapusnya. Tapi, dari ketertarikan untuk menghapusnya itulah aku mencoba membukanya. dan seketika suara overture yang nggak jelas ngomong apa menggema di seluruh ruangan kamarku. Berkali-kali kupercepat video itu karena saat itu aku sungguh tidak tertarik sama sekali. Tapi, keanehan mulai terjadi keesokan harinya aku memutar video itu lagi lagi dan lagi hingga tak terhitung beberapa kali aku memutarnya. Sampai ku sadar akhirnya aku sudah jadi fans JKT48.
Menjadi fans yang masih newbie aku mulai belajar caranya ngidol dengan cara download video-video teater, dll di youtube. Bahkan dalam kurun waktu 6 bulan aku mengumpulkan video JKT48 hingga kurang lebih 60GB dan setiap hari kehidupanku mulai berbau tentang JKT48.
Dalam kurun waktu 6 bulan itulah aku mulai merubah anggapan orang-orang disekitarku tentang JKT48. Dari yang hanya menggambarkan JKT48 hanya sekedar rok mini mulai beranggapan tentang gadis-gadis dengan semangat tinggi meraih mimpi mereka. Banyak sekali cerita dalam kurun waktu ini mulai dari dianggap maniak paha anak SMA oleh guruku hingga aku mulai ‘MERACUNI’ orang-orang di sekitarku untuk ikut menyukai JKT48 dan hasilnya sekitar 15 orang ‘KERACUNAN’ ngidol. Mereka adalah teman-temanku dan KAKAKku yang juga ikut ngidol.
Aku belum pernah satu kalipun datang ke ‘MARKAS’ mereka. Tempat mereka menggelar pertunjukannya setiap hari di sana dan tempat mereka untuk lebih bersinar lagi. Mungkin karena jarak kita yang cukup jauh. Tapi bukan jarak yang memisahkan melainkan waktu yang belum mempertemukan. Walaupun begitu aku nggak pernah menganggap aku adalah fans gagal dengan pensiun ngidol atau gantung lightstick atau apalah sebutan mereka. Dan ketika kau menganggap aku hanya seorang WOTA video kau salah.
Pertama karena aku ini bukan WOTA aku hanya sekedar Fans JKT48. Dan yang kedua aku juga pernah nonton live konser wayahe suroboyo rek, BELIEVE konser surabaya, teater sementara surabaya, handshake, dan lain-lainnya di surabaya dalam kurun waktu dua tahun ini. Karena aku pergi merantau ke surabaya, dan yang kudapat dari live konser itu adalah teriakan semangat itu, lautan Lightstick yang begitu apik dan member dengan penampilan 100% nya. Walaupun kupikir belum mendapat nilai 100 tapi mereka telah melakukan 100% kemampuan mereka.
Akupun pernah berpikir untuk berhenti ngidol tapi tidak bisa. Sebenarnya, bukan tidak bisa tapi belum mau untuk berhenti. Ini jalanku menjadi seorang FANS JKT48. Aku nggak mau semudah itu untuk berhenti di jalanku. Walaupun jalanku hanya di mulai dari sekedar flashdisk yang kutemukan di parkiran . Dan kupikir uang untuk ngidol adalah hadiah untuk mereka karena pertunjukan mereka. Handshake juga merupakan pertunjukan bahkan handshake menurutku adalah beberapa detik pertunjukan yang luar biasa. Dan kehilangan uang itu juga bukan masalah karena aku sendiri yang memilih jalanku sebagai seorang JKT48 FANS.
Aku nggak punya oshi. Oshiku semuanya di JKT48. Walaupun ada satu member yang aku memang nggak suka nggak tahu kenapa. Dia orang baru tapi posisi nya bagus katanya sih anak emas tapi lagu jkt48 aja banyak yang nggak tahu. Duh… malah jadi ngomongin orang. Kembali ke aku yang nggak punya oshi. Bagiku semua di JKT48 itu sama nggak ada member yang seperti matahari dengan menyinari member yang lain. Mereka semua bintang. Tapi, ada bintang besar dengan cahanya mampu mengalahkan matahari sekalipun. Bintang besar dengan cahayanya membuat bintang-bintang di lain redup.
Sekian dan terimakasih telah membaca sedikit tulisanku tentang pengalamanku ngidol. Akhir kata terus dukung JKT48 dan bawalah Lightstick ketika kau menontonnya sehingga orang-orang yang pertama kali menonton akan terhibur tanpa kehalangan kamera. Karena Lightstick adalah ciri khas kita. Tanpa adanya Lightstick tak akan ada pesta.
sumber gambar : kamera sendiri
twitter : @hartonodadang
Catatan arsip: artikel ini pertama kali diterbitkan di Mamen48 pada 13 Agustus 2017. Ejaan dan konteks waktu mengikuti penerbitan aslinya.