Melody, apa kabar? Beberapa waktu lalu kamu memutuskan untuk lulus, sebuah keputusan yang berat memang. Aku tidak bakal menghalangimu, tidak, malah aku ingin berterimakasih. Kamu, seperti anggota JKT48 yang lain, rela mengorbankan masa remaja, yang sebenarnya bagi kamu juga sudah tidak banyak tersisa.
Tidak sekadar masa remaja, kamu juga rela mengemban beban-beban berat yang sebenarnya bisa dibagi-bagi oleh anggota JKT48 lain; menjadi wajah JKT48, menjadi senior yang peduli terhadap adik-adiknya, juga menjadi GM JKT48. Semua dipegang oleh diri kamu sendiri.
Kini masa bakti kamu telah selesai, sebagai pengiring ucapan selamat, ini kumpulan lagu yang mungkin jika kamu dengar, dapat menjadi teman untuk mengarungi dunia baru yang sepertinya akan lebih berat dan menantang dari sebelumnya.
Queen – Don’t Stop Me Now
Ketika kamu memutuskan untuk lulus, banyak fans yang menyayangkan hal tersebut. Memang, 2017 kemarin merupakan salah satu tahun terberat bagi JKT48, tahun penuh tantangan dan pengumuman lulusmu ketika Request Hour adalah klimaksnya.
Namun demikian, bukankah hanya kamu yang mengerti dirimu sendiri? Bukankah kini kamu memiliki tujuan baru yang harus dicapai? Karena itu, seperti Queen, dedengkot band Inggris berucap, “tidak ada yang bisa menghentikan kamu lagi”.
So don’t stop me now
Don’t stop me
Cause I’m having a good time
Having a good time
Bin Idris – Calm Water
Bin Idris adalah alter-ego Haikal Azizi, pentolan band heavy rock Sigmun. Jika Sigmun adalah riff-riff beroktan tinggi yang memabukkan, Bin Idris memadupadankan beragam aliran musik, namun dengan esens mendayu-dayu.
Salah satu lagunya, Calm Water memang tidak terlalu mewakilkan keluh kesahmu. Dibalik aransemen yang menenangkan, cerita lirik Calm Water adalah tentang proses bunuh diri yang menyedihkan. Tetapi aku tidak tahu jika kamu memiliki pikiran berbeda tentang itu.
Bagiku yang patut digarisbawahi, selain lagunya yang mampu membuatmu tenggelam dalam ketenangan, Haikal juga mampu merangkai kata-kata Calm Water dengan indah. Dia bilang,
she went inside, the walls and rooms were quite.
halls of glooming light.
it was awful cold beneath she was freezing through her feet as she heard a whisper
“dear mother you should see we’ll dive into the sea of calm water, do not falter”
L’Arc~en~Ciel – Driver’s High
Setelah hampir enam tahun berkarir di JKT48, mungkin kamu pernah bertanya-tanya, apa yang akan kamu lakukan setelah ini? Di umurmu yang tahun ini akan mencapai angka 26, masih perlukah kamu memperjuangkan mimpi?
Bagi Laruku, band rock asal Jepang, mimpi tidak akan pernah berhenti, ia berhenti ketika kita sendiri yang memutuskannya. Berhasil atau tidak, sensasi mengejarnya adalah adrenalin yang menyenangkan. Mereka bilang,
chiheisen ni todoku you ni (Let’s cut loose until we reach our limit)
genkai made furikitte kure (So we can reach the horizon)
Woh! Clash! Into the rolling morning
Flash! I’m in the coolest driver’s high
saikou no FINA-RE wo! Yeah! (Towards the best finale! Yeah!)
KEMURI – P.M.A (Positive Mental Attitude)
Melody, sebagai seorang pemimpin, pergi meninggalkan rekan-rekan seperjuanganmu ketika banyak pencapaian yang belum kunjung terpenuhi; singel original dan konser di GBK, tentu membuatmu kesal, atau barangkali sedih.
Kekesalan itu, seperti penyataan seorang kawan, dijogetin saja. Iya, meskipun terdengar sepele, joget adalah satu dari beragam alternatif yang bisa membuatmu lega hati. Tentu, tidak ada lagi joget yang lebih menyenangkan selain berpogo sembari mendengarkan musik jenaka a la band ska Jepang, KEMURI.
Judul lagunya jelas mengisyaratkan, untuk semua ketidaksempurnaan yang manusia miliki, jalani hidup dengan Positive Mental Attitude, dan kamu harus percaya jika kamu adalah orang yang memulainya, percaya jika adik-adik kamu bisa menyelesaikannya.
Oh, oh, let’s go find our way
Oh, oh, with our very weak broken hearts, still
Oh, oh, we must have pride not strength
Oh, oh, live with a positive mental attitude!
The Cure – Just Like Heaven
Melody, terakhir ada lagu titipan dari para fans, mereka yang telah berhasil kamu hipnotis, lewat parasmu, usaha kerasmu, mereka mendukungmu sepenuh hati. Mereka, meminjam ungkapan Robert Smith, dedengkot The Cure, mengatakan jika “dirimu seperti mimpi”, ada jauh dibawah kedalaman laut ketika mereka hanya terombang-ambing di permukaannya, sendirian.
You, soft and only, you lost and lonely
You, strange as angels
Dancing in the deepest oceans
Twisting in the water
You’re just like a dream
You’re just like a dream
Catatan arsip: artikel ini pertama kali diterbitkan di Mamen48 pada 3 Februari 2018. Ejaan dan konteks waktu mengikuti penerbitan aslinya.