GIG ALERTS • NEW DROPS EVERY FRIDAY • JABODETABEK FIRST • JOIN THE CROWD • GIG ALERTS • NEW DROPS EVERY FRIDAY • JABODETABEK FIRST • JOIN THE CROWD • GIG ALERTS • NEW DROPS EVERY FRIDAY • JABODETABEK FIRST • JOIN THE CROWD • GIG ALERTS • NEW DROPS EVERY FRIDAY • JABODETABEK FIRST • JOIN THE CROWD •
Inti dan Akar Masalah JKT48 : Part II
Hobbies/JKT48

Inti dan Akar Masalah JKT48 : Part II

ragetegar

Dalam tulisan sebelumnya  (Inti dan Akar Masalah JKT48 : Part I) , saya membahas distrust sebagai inti dari masalah JKT48  Dengan demikian, solusinya tentu mendapatkan (kembali) trust (kepercayaan). Saya yakin JKT48 sudah sejak lama menyadari itu (kata kunci: B•E•L•I•E•V•E). Persoalannya, apakah solusinya selama ini efektif?

Trust diperoleh dengan memenuhi ekspektasi. Tingginya trust level mempengaruhi tingginya ekspektasi. Kegagalan memenuhi ekspektasi menurunkan trust level. Karenanya, ekspektasi adalah pedang bermata ganda. Di satu sisi ia dibutuhkan: fans dengan ekspektasi tinggi lebih siap untuk membelanjakan lebih banyak uang dibandingkan mereka yang ekspektasinya rendah. Di sisi lain ia bisa jadi bumerang: karena jika tidak terpenuhi bisa menurunkan trust level yang pada gilirannya menurunkan ekspektasi.

Kalau sebelumnya saya menyebut distrust sebagai inti masalah dewasa ini, maka ekspektasi saya sebut sebagai akar masalah. Distrust, atau rendahnya trust level, mungkin baru dirasakan oleh JKT48 dalam dua tahun terakhir. Sebelumnya mungkin tidak ada masalah dengan trust level. Ekspektasi, di sisi lain, sudah menjadi masalah sejak awal berdirinya JKT48 dan akan selalu menjadi masalah jika tidak di-manage dengan baik. Karenanya, solusi efektif bagi masalah – masalah di JKT48 perlu dimulai dari akar persoalannya, yaitu dengan me-manage ekspektasi.

Untuk me-manage ekspektasi, diperlukan suatu upaya khusus untuk memahaminya. Bisa dimulai dengan membuat sebuah ‘Daftar Ekspektasi’ 1) dengan mencermati isu seputar ekspektasi yang beredar luas serta dinamika reaksi yang berkembang dalam bentuk rumor, spekulasi, dll yang relevan dari media sosial, artikel dan blog tentang JKT48, serta saluran informasi lain. Tujuan dari langkah ini adalah dicapainya pandangan yang luas, menyeluruh dan tidak partial terhadap persoalan ekspektasi. Beberapa dari isu ini mungkin  butuh 2) pendalaman karena inti persoalannya kerapkali tidak terlihat dipermukaan. Gagal menyentuh inti persoalan ini bisa menciptakan masalah baru.

Daftar tersebut kemudian 3) dipilah : a) mana yang bersifat membangun jika dipenuhi dan mana yang bersifat merusak, b) mana yang merupakan prioritas tinggi, prioritas menengah, dan prioritas rendah, c) mana yang dapat dipenuhi dan mana yang tidak dapat dipenuhi, dan d) diantara yang dapat dipenuhi, mana yang dapat, perlu, atau harus dipenuhi dalam jangka pendek (sampai akhir tahun), jangka menengah (hingga 1 tahun ke depan), jangka panjang (lebih dari satu tahun ke depan), serta mana yang harus selalu dipantau perkembangannya. Akhirnya, e) mana yang punya efek luas, dan mana yang punya efek dalam. Dari daftar yang sudah dipilah ini barulah 4) action plan yang efektif bisa dibuat dan dieksekusi.

Yang saya gambarkan di atas kedengarannya memang sangat teoritis. Tetapi berdasarkan pengamatan saya yang terbatas ini, ibarat sebuah kapal, JKT48 sudah terlihat ‘oleng’ dan kehilangan arah sejak dua tahun terakhir. Hampir semua statement dan kebijakan bersifat reaktif, bukan responsif, apalagi proaktif. They have no idea what happens and what to do. Request Hour yang mundur, belum jelasnya kapan Turnamen Janken berikutnya, dan tidak adanya single coveran #SukiNanda (single hasil sousenkyo AKB48) adalah beberapa contoh yang sangat menyolok mata. Kalau tidak ada pengumuman audisi gen 6 mungkin saya akan beranggapan bahwa JKT48 sudah akan bubar.

Saya melihat sesi curhat dengan GM dan kapten saat HS event yang lalu sebagai upaya awal yang baik. Well, better late than never karena seingat saya ini bagian dari janji Melody selaku GM sebelum Beginner. Upaya ini bisa dilihat sebagai perwujudan langkah 1) dan 2) yang saya gambarkan di atas. Akan tetapi untuk dapat me-manage ekspektasi dengan baik, upaya semacam ini harus dilakukan secara berkesinambungan. Perlu selalu dipantau apakah pemahaman akan ekspektasiekspektasi tersebut sudah cukup luas, menyeluruh dan tidak partial serta cukup mendalam untuk melihat akar permasalahannya. Perlu dipantau apakah pemenuhan ekspektasiekspektasi tersebut sudah tepat sasaran sesuai skala prioritas. Dan yang terpenting, perlu dikomunikasikan baik dalam hal pemahaman akan ekspektasiekspektasi tersebut maupun pemenuhannya. Kurangnya komunikasi dua arah yang sehat dan seimbang, adalah salah satu sumber masalah lain dari JKT48 selama ini.

Untuk mencapai komunikasi yang sehat dan seimbang, ada baiknya masing – masing fans juga mencoba membuat sendiri suatu rekaan ‘Daftar Ekspektasi untuk JKT48’ versi masing – masing. Bisa dengan cara mengikuti langkah – langkah yang saya gambarkan di atas secara lengkap  dari langkah 1) hingga langkah 4). Fungsi dari ‘Daftar Ekspektasi’ rekaan ini adalah A) sebagai pegangan untuk dapat memberikan kontribusi yang lebih baik dalam bentuk masukan demi pengembangan JKT48, dan B) sebagai pegangan untuk mengawasi dan mengkritisi JKT48. Let’s be fair, fans sendiri juga kerap have no idea what to expect. Akibatnya, lebih sering bersikap reaktif daripada responsif. Dan kalau masih di tingkat reaktif begini, yang dilihat dan dirasakan cenderung yang negatif – karena hal – hal negatif memang lebih memancing reaksi daripada yang positif. Tanpa pegangan, itu yang selalu terjadi.

Selain bisa membantu JKT48 dalam bentuk masukan, pengawasan, dan kritik, adanya ‘Daftar Ekspektasi’ rekaan versi masing – masing ini juga bisa membantu diri fans sendiri. Mulailah dengan jujur pada diri sendiri. Apa yang sebenarnya diharapkan dari JKT48 dan pengalaman ngidol? Tahap ini membantu membentuk self insight dan kebiasaan introspeksi. Mereka yang memiliki self insight akan apa yang dia inginkan akan lebih tahu batas dan tidak mudah dikendalikan orang lain.

Setelah kejujuran dan self insight atas ekspektasi masing – masing, tahap berikutnya adalah membangun ekspektasi yang bertanggung jawab: komunikasikan dengan orang (baca: fans) lain. Silahkan diperluas dan didalami untuk kemudian dipilah. Sempurnakan bersama – sama. Kalau ada kebulatan suara dan kata sepakat, kenapa tidak mengkomunikasikannya dengan JKT48. Dengan cara ini fans membantu JKT48 memahami dan menentukan prioritas. JKT48 juga perlu mengkomunikasikan skala prioritas mereka, supaya fans juga tidak sedikit – sedikit ribut : kemarin soal skandal, hari ini single original, besok reshuffle, lusa konser kolaborasi. Melelahkan dan tidak menghasilkan.

Contoh di bawah ini adalah versi saya. Agak ngawur dan tidak lengkap memang, karena tujuannya hanya untuk memberi gambaran. Juga tidak dibahas, karena masing – masing isu bisa memakan satu tulisan sendiri atau lebih.

A. [Prioritas Tinggi] – ekspektasi yang berhubungan dengan prinsip – prinsip eksistensi JKT48, yang tanpanya, JKT48 bukan JKT48 :
A1. Single Original [jangka menengah; lebih cepat lebih baik, paling lambat 1 tahun ke depan; sebaiknya tidak didahului BNK48]
A2. Golden Rule, terutama tetapi tidak terbatas pada, tidak boleh pacaran [jangka pendek, dan selalu dipantau]
A3. Penegakan peraturan lainnya [jangka pendek, dan selalu dipantau]
B1. Single Cover #SukiNanda [jangka pendek]

B. [Prioritas Menengah] – ekspektasi yang berkaitan dengan kewajaran operasional JKT48 :
B2. Sousenkyo [jangka menengah]
B3. Request Hour [jangka pendek]
B4. Reshuffle [jangka menengah – panjang]
B5. Setlist baru Team T [jangka menengah]
B6. Setlist baru Team KIII [jangka menengah]
B7. Penampilan di media yang lebih banyak, dan lebih regular [jangka pendek, dan selalu dipantau]
B8. Penampilan off-air yang lebih banyak – termasuk konser, termasuk ke luar kota, apalagi keluar negeri. [jangka pendek, dan selalu dipantau]
B9. Turnamen Janken [jangka menengah]

C. [Prioritas Rendah] – ekspektasi yang ikut mendukung eksistensi JKT48
C2. Keterlibatan dalam event charity bersama musisi lain. [jangka menengah]
C3. Punya program TV variety show sendiri [jangka panjang]
C4. Punya layar lebar atau serial khusus JKT48 [jangka panjang]

Tulisan ini memang mempersoalkan JKT48 dan permasalahan yang mereka hadapi. Akan tetapi kurang fair rasanya jika kita menuntut mereka berproses dan berubah sementara kita sendiri tidak mau berproses dan berubah. Trust yang sehat itu berjalan seimbang ke dua arah. Sebagaimana fans boleh punya ekspektasi pada JKT48, begitupun JKT48 juga boleh punya ekspektasi pada fans. Sebagaimana fans bisa lebih trust pada member tertentu dan distrust pada member lainnya, begitu juga JKT48.

Sumber Foto : Twitter

Catatan arsip: artikel ini pertama kali diterbitkan di Mamen48 pada 16 Oktober 2017. Ejaan dan konteks waktu mengikuti penerbitan aslinya.

Share This Article

Comments

Login to join the conversation and leave a comment.

Loading comments...