GIG ALERTS • NEW DROPS EVERY FRIDAY • JABODETABEK FIRST • JOIN THE CROWD • GIG ALERTS • NEW DROPS EVERY FRIDAY • JABODETABEK FIRST • JOIN THE CROWD • GIG ALERTS • NEW DROPS EVERY FRIDAY • JABODETABEK FIRST • JOIN THE CROWD • GIG ALERTS • NEW DROPS EVERY FRIDAY • JABODETABEK FIRST • JOIN THE CROWD •
Idoling Sebagai Trigger Kekaryaan
Hobbies/JKT48

Idoling Sebagai Trigger Kekaryaan

ragetegar
Idoling Yang Konsumtif

Menurut saya kita semua bisa setuju bahwa idoling adalah kegiatan yang sangat konsumtif. Begitu banyak yang harus kita keluarkan demi mendukung idola kita mulai dari materi, tenaga, waktu ,dan masih banyak lagi. Konsep idola yang dibawakan oleh JKT48 dengan menganut konsep dari sister group nya yaitu AKB48 mampu membuat penggemar mereka untuk mengeluarkan lebih demi mendukung idola nya. Konsep ini pada akhirnya menimbulkan kedekatan emosional yang lebih antara penggemar dengan idolanya.

Kita dapat dengan menemui idola kita dan bahkan bisa berinteraksi secara personal. Mulai dari kegiatan di Teater JKT48 sampai di event – event besar JKT48 seperti Handshake Festival. Kedekatan emosional tersebut yang akhirnya memicu para penggemar untuk terus rela mengeluarkan materi, waktu dan tenaga lebih hanya untuk mendukung idolanya.

Produktifitas Karya Fans

Di tengah – tengah kegiatan idoling yang bisa dibilang sangat konsumtif, tidak sedikit juga karya yang dihasilkan oleh fans JKT48. Mulai dari karya perorangan sampai karya dari fanbase yang ada. Bentuknya pun bermacam – macam, ada yang akhirnya membuat T-Shirt, Totebag, dan berbagai macam barang lainnya yang menggambarkan atau bercerita tentang idolanya. Banyak juga yang akhirnya menjadi Photographer yang khusus memotret untuk idol bahkan sampai membuat konten di Youtube.

Alasan dari masing – masing orang ataupun fanbase dan komunitas dalam menghasilkan hal tersebut pun bisa dibilang bermacam – macam. Mungkin ada yang memberikan apresiasi lebih kepada idolanya melalui karya tersebut. Mungkin juga ada yang bosan kalau kegiatan Idolling yang gitu – gitu aja. Mungkin juga ada yang gelisah karena siklus konsumtif yang ada dalam fandom ini sehingga akhirnya diluapkan dalam bentuk karya.

Ekosistem yang Menyenangkan

Menurut saya pribadi, ekosistem yang tercipta dalam dalam dunia idoling ini sangat menyenangkan dan sangat beragam. Sangat banyak yang bisa kita temui dalam lingkungan ini tidak hanya sebatas per-jeketi-an saja. Akan lebih menyenangkan lagi kalau lebih sedikit yang memulai ribut – ribut antar fans secara berlebihan dan mungkin bisa menyalurkan kekesalannya dalam bentuk karya. Karena menurut saya suatu karya tidak harus dibuat hanya untuk memberi apresiasi terhadap idola tapi juga bisa dibuat untuk memberi kritik. Dengan kritik yang baik kita bisa membantu JKT48 untuk terus maju bukan hanya ribut – ribut tidak jelas. Karena suatu karya menurut saya bisa mewakilkan apa yang sedang kita rasakan.

Idoling yang Lebih Produktif

Pada akhirnya tidak semua orang ingin menghasilkan karya dalam mendukung idolanya. Karena alasan orang – orang idoling bermacam – macam. Yang saya maksud dalam idolling yang lebih produktif ini tidak hanya sebatas konteks menghasilkan sesuatu. Tapi bahkan lebih kepada hal sederhana seperti lebih semangat dalam kegiatan sehari – hari mulai dari belajar, kerja dan lain – lain. Jangan menjadikan kegiatan idoling ini sebagai alasan untuk bermalas- malasan atau bahkan beban yang akhirnya berdampak buruk untuk diri sendiri.

Seluruh tulisan ini merupakan pendapat pribadi saya. Kepentingan dan keinginan orang – orang berbeda – beda tapi menurut saya harta yang paling berharga ya tetap Adhisty Zara!

Sumber foto


Catatan arsip: artikel ini pertama kali diterbitkan di Mamen48 pada 28 Januari 2019. Ejaan dan konteks waktu mengikuti penerbitan aslinya.

Share This Article

Comments

Login to join the conversation and leave a comment.

Loading comments...