GIG ALERTS • NEW DROPS EVERY FRIDAY • JABODETABEK FIRST • JOIN THE CROWD • GIG ALERTS • NEW DROPS EVERY FRIDAY • JABODETABEK FIRST • JOIN THE CROWD • GIG ALERTS • NEW DROPS EVERY FRIDAY • JABODETABEK FIRST • JOIN THE CROWD • GIG ALERTS • NEW DROPS EVERY FRIDAY • JABODETABEK FIRST • JOIN THE CROWD •
Fans 48 Family Di Indonesia
Hobbies/JKT48

Fans 48 Family Di Indonesia

ragetegar

JKT48 dibentuk pada 11 september 2011 , dan sudah berjalan 5 tahun lebih . Selama itu pula saya sebagai seorang fans melihat dinamika yang berbeda-beda tentang orang yang menyukai dunia idol (Idoling). Saya pertama kali mengenal JKT48 dari sebuah iklan di televisi pada medio 2011. Saat itu saya benar-benar tertarik untuk mengikuti perkembangan JKT48 lebih jauh dari sekarang.

Pada tahun itu, hype soal JKT48 menjadi sebuah trend yang amat sangat mendominasi. Bisa dibilang kemunculan JKT48 saat itu adalah momok bagi Boyband dan Girlband bentukan tanah air. JKT48 memiliki beberapa keunggulan tersendiri.d Diantaranya adalah “Idol you can meet” atau idola yang bisa kita temui setiap hari, hal ini bukan tanpa alasan. Karena sejatinya JKT48 sendiri mempunyai theater yang terletak di lantai 4 F(x) Sudirman, Jakarta. Selain itu juga mempunyai ragam acara sendiri seperti acara jabat tangan (Handshake), Event yang bisa di ikuti oleh fans dan masih banyak hal-hal lain yang ditawarkan oleh JKT48.

Kembali ke soal dinamika fans, selama saya menyukai mereka dari 2011 sampai sekarang, saya melihat banyak sekali perbedaan orang-orang yang menyukai JKT48. Ada yang menyukai mereka karena terlebih dahulu suka kepada sister group mereka, yaitu AKB48. Ada yang menyukai mereka dari sisi musikalitas. Ada yang menyukai mereka karena mereka terlihat lucu dan menggemaskan. Dan lain-lain

Satu kekhawatiran saya adalah ketika kelompok fans ini mulai mengharapkan sesuatu yang berlebih dari member idol group yang bersangkutan. Atau yang saat ini dikenal oleh kalangan saya dengan nama Waro / Diwaro. Hal ini bagi sebagian orang adalah bonus dari sang idola, tetapi di sisi lain saya khawatir akan adanya kecemburuan sosial antara satu fans dengan fans lain.

Karena apa ? karena belum tentu semua fans memiliki sesuatu tersebut. Pernah suatu ketika di sebuah forum diskusi soal JKT48 yang saya ikuti, fans yang mendapat “waro” ini begitu dengan sumringahnya menunjukkan apa yang mereka dapat dari sang idola. Bagi mereka menonton theater adalah suatu hal yang wajib, yang seharusnya bisa fans lain ikuti . Tapi perlulah kita ingat, Indonesia terdiri dari banyak wilayah dan banyak juga fans yang berasal dari daerah-daerah luar. Sehingga menyulitkan mereka untuk melihat , bertemu, ataupun menonton JKT48.

Dalam hati saya bertanya, apakah harus seorang fans memiliki ego yang begitu besar ? Sehingga ia tega mengesampingkan orang-orang lainnya yang mempunyai dasar kesukaan yang sama ? Apakah hanya timbal balik yang ia harapkan ? . Mengapa hal-hal yang ia dapatkan tidak dirubah menjadi suatu edukasi untuk fans lain ? Agar fans tersebut juga memiliki motivasi untuk bertemu sang idola.

Setidaknya itulah yang saya temui di forum Idolling luar negeri. Saya tidak bermaksud membandingkan mereka lebih baik dari fans yang ada di sini, namun saya memiliki keyakinan. Jika kita sebagai fans mengedukasi fans lainnya , niscaya mereka akan mengedukasi mereka juga yang sesama fans. Dan pada akhirnya edukasi itu akan menjadi sebuah gelombang untuk saling menghargai perbedaan dalam menyukai idola mereka, mengesampingkan ego dan hal-hal yang menjadi batasan antara satu dengan yang lain.

“There are darknesses in life and there are lights, and you are one of the lights, the light of all lights.”
― Bram Stoker, Dracula

Twitter : @Nkysx48

Catatan arsip: artikel ini pertama kali diterbitkan di Mamen48 pada 27 Agustus 2017. Ejaan dan konteks waktu mengikuti penerbitan aslinya.

Share This Article

Comments

Login to join the conversation and leave a comment.

Loading comments...