Berbagai jenis cinta, itulah tema utama yang ditawarkan oleh setlist Sekarang Sedang Jatuh Cinta atau Tadaima Renaichuu, sebuah setlist milik tim J yang sudah dibawakan selama hampir 2 tahun. Sesuai namanya, setlist ini berisi lagu-lagu yang menggambarkan cinta dalam berbagai perspektif, mulai dari cinta kepada kekasih, rasa cinta terhadap kampung halaman, sampai rasa cinta kepada orang yang dibenci. Rasa cinta kepada orang yang dibenci? Ya, terdengar aneh sekaligus tidak. Aneh jika itu adalah lagu pop Indonesia, tidak aneh karena ini adalah lagu JKT48, ikan migrasi saja bisa jadi inspirasi lagu.
Salah satu lagu yang paling saya suka dari setlist ini adalah Haru ga Kuru Made atau Sampai Musim Semi Tiba, yang pada saat artikel ini dibuat, sering dibawakan oleh Aya & Julie. Pada artikel ini saya mengajak pembaca untuk mengimajinasikan makna lagu ini, karena seperti kebanyakan lagu JKT48, lagu ini bisa saja memiliki makna yang berbeda tergantung dari siapa yang mendengarnya, inilah kenapa saya sangat menyukai lagu-lagu JKT48.
Saya akan menggunakan lirik dari jejaring milik JKT48 sebagai sumber pembahasan, terkadang ada sedikit perbedaan lirik antara lirik resmi dengan lirik yang dinyanyikan, oleh karena itu saya menggunakan satu sumber sebagai patokan.
Tumpukan putih bersih
Sisa dari salju semalam
Saat ku menapaknya
Kyu kyu kyu sepatu berbunyi
Walaupun lagu ini berjudul musim semi, tapi latar waktu yang digambarkan di awal lagu adalah musim dingin, terlihat dari penyebutan tumpukan salju di lirik lagu. Musim dingin itu sendiri adalah musim sebelum musim semi. Penyebutan suara tapak kaki pada bait setelahnya seolah ingin menegaskan bahwa timbunan salju cukup tebal hingga timbul suara setiap kaki menapak.
Hatiku yang bimbang ini
Tidak mampu mengucapkan suka
Namun setiap kali aku berpikir tentang dirimu
Jalanan yang tertutup oleh bayangan
Terasa amatlah menyedihkan
Setelah menjelaskan latar waktu di paragraf pertama, paragraf kedua menjelaskan tentang perasaan penyanyi di lagu ini. Perasaan bimbang atau galau akibat tidak berani menyampaikan rasa suka kepada orang yang disukai digambarkan pada bait ini. Terdengar sangat klise memang, karena memang sangat banyak lagu JKT48 yang bertema cinta satu arah. Namun penggambaran latar yang bervariasi membuat saya tidak pernah jenuh dengan tema ini. Perasaan bimbang penyanyi juga diibaratkan dengan bayangan gelap yang menutupi jalanan, sama gelapnya dengan perasaannya yang sedang kacau.
Sampai musim semi tiba
Jangan menghilang
Rasa sayang yang kupendam ini
Sampai musim semi tiba
Teruslah ada
Perasaan yang turun menumpuk
Salju cinta
Lebih indah dibanding dulu
Seperti ini
Masuk ke bagian reff., di mana biasanya cerita yang disampaikan dalam sebuah lagu mencapai puncaknya. Penggunaan istilah salju di lagu ini sebenarnya bukan hanya merujuk ke arti yang sebenarnya, namun juga untuk menggambarkan tumpukan rasa suka yang selama ini dipendam oleh penyanyi. Sehingga relasi antara musim semi dengan perasaan yang terpendam adalah keinginan penyanyi agar perasaan suka yang selama ini dia pendam tidak mencair, karena biasanya salju mulai mencair pada awal musim semi. Bahkan penyanyi ingin agar walaupun musim semi tiba, tumpukan “salju” itu terus bertambah, ia ingin agar perasaan suka itu semakin besar seiring dengan berjalannya waktu. Bagi penyanyi, perasaan yang terus bertumbuh lebih membahagiakan daripada hati yang kosong.
Angin yang saat ini
Masih terasa dingin di pipi
Kerah coat kudirikan
Kemudian membetulkan syalku
Di musim dingin ini
Aku hanya teman sekelas
Teman yang biasa saja
Yang ada di sebelahmu
Separuh paragraf ini kembali menjelaskan latar waktu seperti paragraf awal. Hal ini dapat dilihat dari penyebutan angin yang terasa dingin dan coat atau jubah yang dikenakan oleh penyanyi. Lalu di akhir paragraf penyanyi bercerita tentang hubungan dia dengan orang yang disukai yang hanyalah teman sekelas, bahkan bukan teman akrab.
Apa kita akan bertemu
Di tempat yang penuh dengan bunga
Saat itu aku sengaja berpura-pura
Dengan santainya bilang selamat pagi
Senyuman ada di dalam hati
Paragraf ini seutuhnya menceritakan tentang imajinasi penyanyi, ia membayangkan apabila dia dan orang yang disukai bertemu di sebuah tempat indah. Ketika momen itu tiba, yang ada di benak penyanyi hanyalah ingin mengucapkan salam ke orang yang dia sukai, hal itu sudah cukup untuk membuatnya gembira.
Andai saja dapat kuungkap
Beban kan sirna
Tapi kata tidaklah cukup
Andai saja dapat kuungkap
Esok kan tiba
Sekarang pun di ujung sana
Salju cinta
Andai saja dirimu bisa
Menyadari
Ini adalah paragraf akhir dari lagu ini, paragraf selanjutnya hanyalah mengulang reff yang sudah dibahas sebelumnya. Di paragraf ini penyanyi berharap agar dapat mengungkapkan perasaannya, tapi dia sadar bahwa kata-kata tidaklah cukup untuk membuktikan perasaannya. Dia juga ingin menunjukkan perasaannya dengan perbuatan, bukan hanya kata-kata. Namun penyanyi tetap berharap bahwa hari di mana dia dapat mengungkapkan rasa itu tiba, sambil berharap agar orang yang dia sukai menyadari perasaan tersembunyi miliknya.
Lagu ini sebenarnya memiliki makna yang sederhana, yaitu cinta terpendam. Namun penggambaran latar waktu dan tempat yang detail membuat saya bisa dengan jelas membayangkan kondisi penyanyi di lagu ini. Kesedihan yang dirasakan juga kerap dianalogikan dengan kondisi di sekitar penyanyi, sehingga penyampaian rasa gelisah di lagu ini tidak monoton.
Lagu ini dibawakan oleh 2 orang dengan kostum berwarna putih-kuning yang memiliki efek berkilau dalam kegelapan. Gerakan yang digunakan pada lagu ini sangat sederhana karena memang temponya cenderung lambat. Penghayatan member sangat krusial pada lagu ini, karena ada saat di mana member harus bisa membedakan ekspresi galau dan ekspresi gelisah mengharapkan sesuatu. Dua hal ini memang terkesan mirip sehingga sangat sulit membedakan ekspresinya. Bagi saya, dari beberapa member yang pernah membawakan lagu ini, Aya adalah member terbaik karena dia konsisten dengan ekspresinya yang luar biasa. Tatapan yang ditunjukkan olehnya benar-benar menyampaikan makna lagu ini dengan baik. Tentu saja bukan berarti member lain tidak bisa membawakan lagu ini dengan baik, namun jika saya harus memilih satu, maka tidak butuh waktu lama agar saya memilih Aya.
Dengan segala rasa yang ada
Asa yang terjaga
Rindu yang menyita
Apakah…musim semi itu akan tiba?
Images
Catatan arsip: artikel ini pertama kali diterbitkan di Mamen48 pada 6 November 2018. Ejaan dan konteks waktu mengikuti penerbitan aslinya.