"Albumnya sudah selesai, sudah tidak ada opsi untuk membuat lagu lagi. Di hari terakhir kita kumpul, megang gitar, ternyata tercipta lagu ini. Tidak lama, liriknya langsung mengalir masuk ke dalam melodinya," ujar Widi.
Widi menganggap momen itu sebagai rezeki, apalagi proses penulisannya berlangsung cepat. Lagu yang awalnya tidak direncanakan ini malah dipilih jadi pintu masuk ke album baru. Berdasarkan keterangan pers yang dikutip ANTARA dan jpnn, "Arah Labuh" ditulis oleh Widi Puradiredja dan Indah Wisnuwardhana bersama seluruh personel band.
Dari sisi musik, ANTARA dan jpnn menggambarkan lagu ini tetap membawa karakter khas MALIQ: harmoni vokal yang kaya, permainan instrumen yang dinamis, dan aransemen yang mengalir, dengan suasana yang lapang dan penuh energi. Kalau kamu kenal MALIQ dari lagu-lagu mereka yang hangat dan groovy, rasa itu masih ada di sini.
Soal Berani Melangkah Walau Belum Tahu Arahnya
Lewat "Arah Labuh", MALIQ bicara soal keberanian melangkah tanpa harus tahu semua jawabannya sejak awal. Liriknya memakai metafora bintang, samudra, dan tempat berlabuh untuk menggambarkan dorongan melihat lebih jauh dan mencoba hal baru, meski arah di depan belum sepenuhnya jelas. Menurut jpnn, lagu ini juga mengakui bahwa keraguan dan salah langkah adalah bagian dari proses.
Semangat itu sudah terasa sejak bait pembukanya, "Lihat bintang yang terjauh, mari ke sana menyentuh." Bagian yang paling gampang nempel ada di reff, seperti dikutip IDN Times: "Ada kala hilang arah, kita kan buat salah / Sedikit bersedih, lalu balik tertawa."
Indah Wisnuwardhana menjelaskan maknanya kepada Pophariini. "Mimpi-mimpi itu menjadi tujuan yang membawa kita berjalan sejauh apa pun untuk mencapainya. Bawalah rumah hati ikut serta ke mana dan di mana pun mimpi membawa kita berlabuh," kata Indah.
Jadi ini bukan lagu motivasi yang menyuruh kamu harus selalu menang. Pesannya lebih sederhana: hidup tidak harus berjalan sempurna untuk tetap bisa dinikmati, dan kadang yang kamu butuhkan cuma berani ambil langkah berikutnya. Buat kamu yang lagi bingung soal kuliah, kerjaan, atau mau ke mana setelah ini, liriknya bakal terasa dekat.
Album ke-10 dengan Bilal Indrajaya, Perunggu, dan Rhoma Irama
"Arah Labuh" adalah pengantar menuju album ke-10 MALIQ & D'Essentials. IDN Times menyebut album ini bertajuk Kabar Gembira. Soal tanggal rilisnya, sumber masih berbeda: IDN Times dan VOI menulis 11 November, sementara ANTARA dan jpnn menyebut 12 November 2026. Yang jelas, album ini akan keluar pertengahan November.
Bagian paling bikin penasaran tentu daftar kolaboratornya. Medcom, ANTARA, dan VOI melaporkan album ini menghadirkan kolaborasi lintas generasi bersama Bilal Indrajaya, Perunggu, dan Rhoma Irama. Bayangkan satu album yang mempertemukan suara Bilal, band Perunggu, dan Raja Dangdut dengan warna musik MALIQ.
Sampai artikel ini ditulis, belum ada pengumuman resmi soal lagu mana yang diisi masing-masing kolaborator. Menurut ANTARA, kehadiran musisi lintas generasi ini jadi upaya membuka ruang dialog yang lebih luas, sekaligus memperlihatkan cara MALIQ berkembang tanpa kehilangan identitasnya.
Pameran Kabar Gembira di ASHTA District 8
Sebelum albumnya keluar, MALIQ juga menyiapkan pameran. Pophariini melaporkan Kabar Gembira Exhibition akan digelar di ASHTA District 8, Jakarta, pada 29 Oktober sampai 15 November 2026. Artinya, pameran ini sudah dibuka sebelum album rilis dan masih berlangsung beberapa hari setelahnya.
Ini bukan pertama kalinya MALIQ menyambut album lewat pameran. Pada 2024, mereka menggelar Can Machines Fall In Love? Exhibition di lokasi yang sama. Menurut Grafis Masa Kini, pameran itu punya sudut hearing session, jadi pengunjung bisa curi dengar album kesembilan mereka, Can Machines Fall In Love?, sebelum album tujuh lagu itu resmi rilis pada 30 Mei 2024. Detail isi Kabar Gembira Exhibition sendiri belum diumumkan, jadi pantau saja kabar berikutnya kalau kamu berencana datang.
Pemanasan Menuju 25 Tahun
Single, album, dan pameran ini adalah bagian dari perjalanan MALIQ & D'Essentials menuju usia 25 tahun pada 2027. Widi mengatakan kepada Pophariini, pengalaman bermusik selama bertahun-tahun membuat mereka belajar menghadapi dinamika dengan lebih lapang. Buat mereka, ini bukan lagi soal pasang surut, melainkan bagaimana tetap berjalan dan menikmati apa pun yang ditemui di sepanjang perjalanan.
Pesan itu nyambung dengan isi "Arah Labuh". VOI menyebut lagu ini terasa seperti sebuah penanda, bukan untuk melihat ke belakang, tapi untuk membuka ruang bagi cerita berikutnya menuju 2027. Lagunya jadi terasa personal buat band yang sudah hampir seperempat abad bermusik bersama berbagai generasi pendengar.
Kalau kamu butuh lagu buat nemenin perjalanan pagi ini, "Arah Labuh" sudah tersedia di layanan streaming. Sambil menunggu album ke-10 di pertengahan November, coba dengarkan reff-nya baik-baik. Siapa tahu baris "yang seru akan datang" itu juga berlaku buat kolaborasi MALIQ dengan Rhoma Irama nanti.
Foto: MALIQ & D'Essentials tampil di Joyland Festival, Jakarta, November 2024 (David Wadie Fisher-Freberg / Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0)