Synchronize Fest 2026 resmi dibuka hari ini, Jumat (16/10/2026), di Gambir Expo Kemayoran, Jakarta Utara. Edisi ke-11 festival musik lintas genre dan generasi ini digelar sampai Minggu (18/10/2026) dengan tema "It's Not Just a Festival, It's a Movement" dan lebih dari 100 musisi di berbagai panggung. Buat penonton yang sudah pegang tiket, PR terbesarnya bukan lagi soal baju, melainkan menyusun itinerary biar tujuh special show andalan penyelenggara tidak kelewat.
Menurut David Tarigan, Artist & Repertoire Synchronize Fest, deretan special show tahun ini bukan sekadar daftar nama di poster. Setiap set membawa cerita dari era dan ekosistem musik yang berbeda, supaya penonton punya ruang sendiri untuk membentuk kenangan.
"Kami berusaha untuk memetakan supaya ini semua jadi seimbang, semua pelan-pelan terwakili. Setiap orang memiliki ruang masing-masing, core memory, yang bisa dinikmati di Synchronize Fest," ujar David dalam press conference festival.
Berikut tujuh special show yang layak diprioritaskan, lengkap dengan jam dan panggung berdasarkan rundown resmi yang diedarkan @SynchronizeFest dan dirangkum media.
Jumat 16 Oktober: Perunggu, Geisha, Project Pop di Dynamic Stage
Hari pertama di Dynamic Stage bisa jadi "core memory day" buat banyak orang. Mulai pukul 20.00–21.00 WIB, Perunggu membawakan Pertunjukan Dalam Dinamika, set khusus yang berangkat dari album Dalam Dinamika. Kalau kamu ingin mendengar materi album itu dalam satu rangkaian yang utuh, slot ini yang paling pas sebelum keramaian malam makin padat.
Selepas itu, jam 21.30–22.30, giliran Geisha: A Retrospective Journey. Konsepnya mempertemukan dua periode perjalanan Geisha dalam satu panggung: Momo bersama Roby, Aan, Dhan, dan Nard, sekaligus tampil bareng Regina. Buat fans yang selama ini memisahkan "era" di kepala, ini kesempatan langka melihat keduanya dalam satu malam.
Penutup Dynamic Stage di hari pertama adalah Project Pop: 30 Tahun, pukul 23.00–00.00. Perayaan tiga dekade karier mereka biasanya ramai sing-along, jadi siapkan suara dan baterai ponsel kalau mau rekam momennya. Urutan Perunggu → Geisha → Project Pop di panggung yang sama juga membantu: kamu tidak perlu loncat venue jauh-jauh untuk tiga set spesial beruntun.
Sabtu 17 Oktober: Girl Group, Senja Teduh Pelita, dan Reuni Pijar
Sabtu jadi hari paling padat buat penggemar nostalgia 2000-an dan kolaborasi lintas genre. Di District Stage pukul 20.15–21.15, Indonesian Girl Group mempertemukan Chibi Chibi, G String, Princesstale, Super Girlies, dan 7icons bersama Agatha Pricilla, Febby Rastanty, Ify Alyssa, dan Sivia, dengan musik oleh Jebung. Ini bukan sekadar medley cepat: konsepnya menempatkan girl group era tersebut kembali di panggung festival besar bersama nama-nama yang tumbuh dari ekosistem yang sama.
Sementara itu di Dynamic Stage pukul 21.15–22.15, Konser Musikal Senja Teduh Pelita mempertemukan Maliq & D'Essentials dengan Jakarta Movin. Format konser musikal ini beda dari set festival biasa, jadi cocok buat penonton yang ingin sesuatu yang lebih naratif di tengah keramaian.
Kalau kamu lebih dekat ke XYZ Stage, Pijar dijadwalkan reunian pukul 20.45–21.30 setelah proses panjang selama beberapa tahun. Catatan praktis: slot Pijar overlapping dengan Indonesian Girl Group di District, jadi pilih satu dulu sebelum memeriksa apakah masih sempat ngejar Senja Teduh Pelita.
Sebagai bonus di luar tujuh special show utama, Festival juga menghadirkan Tribute to Warkop DKI di Forest Stage pukul 18.30–19.15, dengan Indro Warkop, GJLS, Duo Bahlul, dan Orkes Nunung CS. Pertunjukan itu mengangkat sisi musikal Warkop yang sering terlupakan di balik film dan komedi.
Minggu 18 Oktober: The Best of 80's Indonesian Pop Kreatif
Di hari terakhir, District Stage pukul 19.45–20.45 menyajikan The Best of 80's Indonesian Pop Kreatif. Line-up penampilnya: Ardhito Pramono, Isyana Sarasvati, Teddy Adhitya, Teza Sumendra, Agatha Pricilla, Ify Alyssa, dan Sivia, dengan musik oleh Nikita Dompas. Kalau kamu suka lagu-lagu pop kreatif era 80-an yang digarap ulang dengan pendekatan kontemporer, slot ini layak dikunci sejak awal itinerary Minggu.
Selain tujuh special show di atas, Synchronize Fest 2026 juga punya program kurasi lain yang sering disebut di press conference. Di antaranya Emo Revival (Sabtu, District, 21.45–22.55), ANTINRML (Sabtu, Dynamic, 23.55–00.55), Reggae Gang (Minggu, Forest, 21.30–22.30), dan Timur Basudara (Minggu, Dynamic, 23.40–00.55). Anggap itu sebagai lapisan kedua itinerary: setelah special show utama aman, baru isi celah dengan set yang paling dekat selera kamu.
Tips Itinerary Biar Gak Kehabisan Napas
Dengan lebih dari 100 musisi di banyak panggung, loncat set tanpa buffer hampir pasti bikin kelelahan. Cek rundown resmi di kanal @SynchronizeFest sebelum masuk venue, karena perubahan kecil bisa terjadi mendekati hari-H. Sisakan 15–20 menit antar panggung, terutama kalau kamu harus pindah dari Dynamic ke District atau XYZ.
Kalau perut keroncongan di tengah jadwal padat, manfaatkan ShopeeFood Pickup di Synchronize Fest 2026 biar tidak antre panjang di booth. Soal keamanan, ingat lokasi Ruang Penenangan kalau kamu atau teman butuh bantuan. Untuk perjalanan ke venue, cek juga opsi nebeng gratis Transjakarta sebelum berangkat.
Sekilas Synchronize Fest 2026
Synchronize Fest 2026 digelar 16–18 Oktober 2026 di Gambir Expo Kemayoran, Jakarta Utara. Ini edisi ke-11 festival tersebut, dengan tema "It's Not Just a Festival, It's a Movement" dan lebih dari 100 musisi di sejumlah panggung, termasuk Dynamic, District, Forest, XYZ, Gigs, Oleng Upuk, serta panggung kurasi lain. Informasi tiket dan line-up lengkap bisa dicek di situs resmi www.synchronizefestival.com.
Cover: Polka Wars di Synchronize Fest 2025. (Foto: David Wadie Fisher-Freberg/Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0))