Apa Itu Ruang Penenangan?
Ruang Penenangan adalah ruang yang disediakan Synchronize Fest bagi pengunjung yang menjadi korban pelecehan atau kekerasan seksual di area festival. Di ruangan ini tersedia dua jenis layanan:
- Dukungan psikologis dari Yayasan Pulih
- Pendampingan hukum dari LBH APIK Jakarta
Artinya, korban tidak hanya mendapat tempat yang tenang untuk menenangkan diri, tetapi juga akses ke pendamping profesional, baik untuk pemulihan psikologis maupun untuk memahami langkah hukum yang bisa ditempuh.
Cara Melapor Kalau Mengalami Pelecehan
Menurut penyelenggara, pengunjung yang mengalami pelecehan atau kekerasan seksual bisa langsung menghampiri salah satu dari tiga pihak berikut di area festival:
- Pusat bantuan (help center) festival
- Petugas keamanan
- Tim medis
Setelah melapor, kamu akan diantar ke Ruang Penenangan. "Tim kami akan mengantarkanmu ke Ruang Penenangan untuk mendapatkan bantuan lebih lanjut," tulis penyelenggara.
Sebagai langkah persiapan, ada baiknya kamu mencatat lokasi pusat bantuan dan pos medis begitu tiba di venue, dan memberi tahu teman serombongan soal layanan ini. Dengan begitu, kalau terjadi sesuatu, kamu atau temanmu tahu harus ke mana tanpa membuang waktu.
Lihat Pelecehan? Jangan Diam, Pakai Metode BANTU
Tanggung jawab menciptakan ruang aman bukan cuma milik penyelenggara. Synchronize Fest juga mengajak pengunjung yang menyaksikan pelecehan atau kekerasan seksual agar tidak ragu bertindak.
Penyelenggara menganjurkan penerapan metode BANTU dari Jakarta Feminist (@jakartafeminist) sebagai respons pertama untuk membantu korban. Metode intervensi saksi seperti ini pada intinya mengajak orang di sekitar untuk tidak menjadi penonton pasif, sambil tetap mengutamakan keselamatan korban dan diri sendiri. Kamu bisa mempelajari detail langkah-langkah BANTU langsung lewat kanal resmi Jakarta Feminist sebelum berangkat ke festival.
Program yang dinamai Saling Jaga ini, menurut penyelenggara, berselaras dengan gerakan Save Her dari LBH APIK Jakarta (@saveher_lbhapikjakarta). "Yuk, warga warga kita ciptakan ruang aman dan saling jaga agar Synchronize Fest menjadi festival yang aman, nyaman, dan inklusif untuk kita semua," tulis pihak penyelenggara.
Bukan Komitmen Dadakan
Upaya Synchronize Fest soal isu kekerasan seksual bukan hal baru. Program Saling Jaga sudah digaungkan setidaknya sejak Synchronize Fest 2024, seperti diberitakan sejumlah media saat itu. Pada konferensi pers Synchronize Fest 2025, Festival Director David Karto juga menyinggung posko bernama Ruang Aman yang sudah dimulai festival tersebut.
"Ya kita tidak bisa memungkiri, kita sadar kalau festival atau musik itu jadi salah satu pencetus terjadinya kekerasan seksual, sadar atau tidak sadar, saat lagi seru-serunya," kata David saat itu, seperti dikutip VOI dan Media Indonesia.
Sikap tegas itu juga ditunjukkan lewat keputusan festival mencoret band Harum Manis dari daftar penampil Synchronize Fest 2025, menyusul dugaan pemikatan seksual (grooming) terhadap anak di bawah umur yang melibatkan vokalisnya dan ramai diperbincangkan di media sosial. "Kita cukup keras, dalam arti keras itu kita commit, kalau ada salah satu penampil yang terkait itu semua, kami harus turunkan," ujar David kala itu.
Di edisi ke-11 ini, layanannya diperkuat dengan keterlibatan dua lembaga pendamping, yakni Yayasan Pulih untuk sisi psikologis dan LBH APIK Jakarta untuk sisi hukum.
Kenapa Ini Penting Buat Kamu
Synchronize Fest 2026 bakal mempertemukan puluhan ribu penonton dengan lebih dari 100 musisi Indonesia lintas generasi selama tiga hari. Di tengah kerumunan, moshpit, dan jadwal panggung yang padat hingga lewat tengah malam, risiko pelecehan bisa muncul kapan saja. Mengetahui ke mana harus melapor dan bagaimana membantu orang lain adalah bekal yang sama pentingnya dengan menyusun jadwal nonton.
Berikut ringkasan yang bisa kamu simpan:
- Siapa yang bisa dihampiri: pusat bantuan, petugas keamanan, atau tim medis.
- Ke mana kamu dibawa: Ruang Penenangan.
- Layanan yang tersedia: dukungan psikologis (Yayasan Pulih) dan pendampingan hukum (LBH APIK Jakarta).
- Kalau jadi saksi: jangan ragu bertindak, pelajari metode BANTU dari Jakarta Feminist.
Synchronize Fest 2026 mengusung tema "It's Not Just a Festival, It's a Movement". Lewat program Saling Jaga, gerakan itu juga berarti memastikan setiap Warga Wargi bisa menikmati musik dengan aman, nyaman, dan inklusif. Update terkait layanan ini bisa dipantau lewat akun Instagram resmi @synchronizefest.
Cover: Deretan penampil Synchronize Fest 2026 dalam jumpa pers di Kemang, Jakarta Selatan, Rabu (30/9/2026). (KOMPAS.com/Revi C Rantung)