Sabtu malam, 31 Oktober 2026, Eldorado Sport & Convention Hall di Bandung penuh orang yang datang buat merayakan dua dekade for Revenge. Kalau kamu tumbuh bareng "Serana" atau "Jakarta Hari Ini", kamu pasti tahu konser "Titik Sadrah" ini sudah lama ditunggu. Tapi malam itu ternyata bukan cuma perayaan ulang tahun ke-20. Di tengah konser, drummer Archims Pribadi alias Chimot resmi pamit dari band yang ia bentuk sendiri di kota yang sama, dua puluh tahun lalu.
Pengumumannya tidak disampaikan lewat pidato panjang di depan mikrofon, melainkan lewat sebuah video khusus yang diputar di layar LED panggung. Video itu juga dibagikan Sony Music Indonesia di Instagram. Di sela konser, Chimot sempat berpelukan dengan rekan-rekannya.
Pesan Chimot untuk Aip, Izha, dan Boniex
Video itu dibuka dengan kalimat yang langsung menohok: "Ketika video ini dibuat, saya sudah bukan menjadi bagian dari for Revenge. Boniex, Izha, Aip, terima kasih banyak atas pengorbanan kalian, atas waktu kalian, atas ide-ide kalian. Terima kasih banyak."
Setelah itu, Chimot menyapa satu per satu personel. Untuk gitaris Arief Ismail alias Aip, ia berterima kasih karena Aip yang membakar lagi semangatnya untuk menghidupkan for Revenge pada 2016, saat ia sebenarnya sudah mencoba bertahan dengan caranya sendiri di luar band. Untuk bassis Izha Muhammad, ia bilang, "Ja, terima kasih loyalitas kamu terhadap saya, terhadap for Revenge. Kamu adalah salah satu orang yang menjadi saksi for Revenge sampai di titik sekarang, menemani saya dari perjuangan."
Pesan paling panjang ia tujukan untuk vokalis Boniex Noer: "Bon, semua yang terjadi di antara kita di masa lalu, biarlah berlalu. Tapi di antara semuanya, ide kamu membuat for Revenge seperti ini karena jujur, saya tanpa kamu pun tidak akan bisa berjalan lancar." Chimot juga sempat melontarkan kalimat yang terdengar sangat jujur soal hubungan mereka: "Bon, i love you, Bon. Gue gak pernah hilang kepercayaan sama orang ini sejak dulu, cuma berantem terus."
Untuk para penggemar, ia menitipkan satu permintaan: "Boniex, Arief, Izha, komite, dan kalian for Revenge family dari seluruh Indonesia tolong jaga for Revenge." Dengan suara bergetar, ia menambahkan, "Ini saatnya ya, setelah diundur-undur. Gak ada lagi yang saya percaya buat jagain for Revenge selain mereka. Sudah banyak hal yang kita lalui. Semoga bermanfaat buat kalian, semoga berarti buat hidup kalian."
Cedera Kaki yang Mengubah Segalanya
Keputusan ini tidak datang tiba-tiba. Sejak pertengahan 2025, Chimot bergulat dengan cedera kaki parah yang membuatnya harus menjalani fisioterapi. Akibatnya, ia absen dari konser tunggal perdana for Revenge, "Sang Derana", di Ecovention Hall, Ancol, 19 Juli 2025. Posisinya di balik drum saat itu diisi additional player.
Pada Desember 2025, Chimot sempat mengabarkan bahwa dokter sudah menyatakan dirinya pulih secara fisik. Meski begitu, ia masih butuh program pemulihan dan pembugaran karena belum yakin sanggup menghadapi jadwal manggung yang padat. Ia tetap terlibat di proses kreatif, termasuk album "Perayaan Patah Hati - Babak Dua".
Tanda-tanda perpisahan sebenarnya sudah terasa sebelum konser. Akhir Agustus lalu, Chimot bilang, "Gue perang di for Revenge itu 20 tahun. Jadi sisanya kayaknya 'fair' deh buat gua cari diri gue sendiri lagi." Ia juga mengaku, "Gue harus benar-benar rela. Sudahlah ya, sudahlah. Kali ini aku kalah." Boniex waktu itu mengungkapkan perasaannya, "Gue ngerasa enggak utuh lagi sih for Revenge, kayak ada yang hilang aja." Aip bahkan sempat menangis saat membicarakan Chimot.
Pendiri Terakhir yang Bertahan
Kepergian Chimot terasa besar karena ia adalah satu-satunya personel pendiri sekaligus anggota orisinal yang masih ada di for Revenge. Band ini dibentuk di Bandung pada 18 April 2006 oleh Chimot di drum, Abie Nugraha di bas, dan Hagie Juliandri di gitar. Awalnya mereka memainkan pop punk ala Blink-182 dan Sum 41.
Boniex Noer bergabung sebagai vokalis pada 2009. Setelah itu lahir album debut "Fireworks" (2010) dan "Second Chance" (2013), yang memuat lagu seperti "Sendiri" dan "Pulang". Jalannya tidak mulus: band sempat hiatus pada 2015, dihidupkan lagi pada 2016, dan beberapa kali berganti vokalis. Boniex kembali di akhir 2019, lalu lahir "Derana" dan "Serana", disusul "Jakarta Hari Ini" (2021) dan album "Perayaan Patah Hati - Babak 1" (2022). Pada 2024, mereka bergabung dengan Sony Music Indonesia.
Dalam pernyataan resminya, Chimot merangkum dua dekade itu dengan sederhana: "Menjadi bagian dari for Revenge selama 20 tahun adalah salah satu titik tertinggi dalam hidup saya. Banyak hal yang sudah kami lalui bersama, mulai dari masa-masa sulit sampai bisa berada di panggung ini dan bertemu dengan begitu banyak orang yang mencintai musik kami." Ia menambahkan, "Tentu tidak mudah untuk sampai pada keputusan ini. Namun, saya merasa setiap perjalanan punya waktunya masing-masing."
Titik Sadrah, Konser Tentang Menerima
Konser yang digelar Antara Suara bersama Sony Music ini berlangsung sekitar 2,5 jam. Alurnya disusun seperti cerita: dari masa sulit, konflik yang berulang, kehilangan, sampai proses menerima perubahan.
Boniex juga mengakui perjalanan band ini tidak selalu gampang. "Dua puluh tahun ini bukan perjalanan yang selalu mudah. Ada banyak hal yang sudah kami lewati, banyak cerita yang mungkin tidak semuanya terlihat dari luar," katanya.
Sebelum konser, for Revenge sudah mengumumkan setlist yang memuat "Serana", "Penyangkalan", "Jakarta Hari Ini", "Untuk Siapa?", dan "Museum Duka", plus Gigs Session untuk lagu era Fireworks dan Second Chance seperti "Fiksi" dan "Roborovski". Kolaborator yang diumumkan: Reza Arap, Keisya Levronka, Tepe, Raim Laode, Vicky dan Agung dari Burgerkill, serta Biru Baru. "Museum Duka" sendiri adalah single kolaborasi for Revenge bareng Reza Arap dan Tepe yang rilis 4 September 2026.
Apa Selanjutnya untuk for Revenge?
Perjalanan "Titik Sadrah" belum selesai. Rangkaian konsernya akan berlanjut ke Kuala Lumpur, Malaysia, pada 15 November 2026, dengan tiket yang dijual lewat situs resmi forrevenge.id. Sampai artikel ini ditulis, belum ada pengumuman resmi soal siapa yang akan mengisi posisi drummer setelah Chimot.
Lagu-lagu for Revenge selalu bicara soal kehilangan dan belajar melepaskan, dan kali ini ceritanya datang dari dalam band sendiri. Chimot sudah menitipkan for Revenge ke Boniex, Aip, Izha, dan kamu semua yang selama ini ikut bernyanyi.
Kalau kamu, lagu for Revenge mana yang paling nempel di hati dan paling sering kamu putar waktu lagi butuh teman?
Foto: Personel for Revenge dalam foto tahun 2022. Foto oleh Aditya Mustaf via Wikimedia Commons (CC BY-SA 4.0).