Film dokumenter Timnas Indonesia The Longest Wait mulai tayang di bioskop hari ini, Rabu, 28 Oktober 2026, pas Hari Sumpah Pemuda. Buat hari pertama, filmnya diputar eksklusif dan terbatas di 10 bioskop pilihan. Mulai besok, Kamis, 29 Oktober, giliran jaringan XXI, CGV, Cinepolis, dan Sams Studio di banyak kota ikut memutarnya, dari Jabodetabek sampai Jayapura dan Sorong.
Kalau selama ini kamu cuma lihat Garuda dari tribun GBK atau layar TV, film ini menjanjikan sudut lain: apa yang terjadi di ruang ganti, di perjalanan, dan di kepala para pemain sebelum dan sesudah 90 menit itu.
Merekam perjalanan 2023 sampai 2025
The Longest Wait merekam kebangkitan Timnas periode 2023 sampai 2025 di Kualifikasi Piala Dunia 2026, dari putaran pertama sampai putaran keempat. Ceritanya diambil dari sudut pandang pemain, staf pelatih, dan suporter. Syutingnya pindah-pindah tempat, dari Surabaya, Jakarta, dan Bandung, lalu ke Jeddah di Arab Saudi, Belanda, sampai Italia. Tim produksi mengikuti skuad Garuda selama dua tahun.
Judulnya sendiri merujuk pada penantian yang panjang banget. Trailernya dibuka dengan kilas balik Hindia Belanda, tim Asia pertama yang tampil di Piala Dunia, tepatnya pada 1938. Setelah itu kamu dibawa masuk ke ruang ganti, lengkap dengan pidato motivasi. Di situ para pemain diingatkan bahwa mereka berjuang demi hampir 300 juta penduduk Indonesia, sementara banyak dari mereka harus jauh dari keluarga.
Film ini juga menyorot hal-hal yang jarang kelihatan di siaran pertandingan: pemain diaspora yang menemukan ikatan dengan Indonesia, dukungan keluarga, serta tekanan media dan ekspektasi publik yang ikut menempel ke setiap hasil.
Kamu pasti masih ingat akhir ceritanya di lapangan. Di putaran keempat yang digelar di Jeddah, Indonesia kalah 2-3 dari Arab Saudi pada 8 Oktober 2025, lalu kalah 0-1 dari Irak tiga hari kemudian. Dua hasil itu menutup peluang Garuda ke Piala Dunia 2026. Sebelumnya, di putaran ketiga, ada momen manis seperti kemenangan 1-0 atas China di GBK pada 5 Juni 2025. Artinya, film ini bukan cuma soal menang. Ia merekam naik-turunnya sekaligus.
Pemain yang disorot dan cerita di balik 90 menit
Beberapa pemain yang disorot antara lain Rizky Ridho, Thom Haye, Shayne Pattynama, Egy Maulana Vikri, Justin Hubner, dan Beckham Putra. Marselino Ferdinan, Jay Idzes, dan Nova Arianto juga ikut berbagi pengalaman.
Egy kasih bocoran soal apa yang bakal kamu dapat. Dalam sesi bersama detikSport pada 22 Oktober, ia bilang, "Kalian akan merasa penasaran. Apa yang sudah kalian lihat dari pertandingan 90 menit soal kalah, menang, itu kan sudah kalian lihat semuanya." Menurutnya, film ini justru ngasih lihat bagian di belakangnya: apa yang dirasakan pemain, bagaimana perlakuan mereka sebelum dan sesudah main, juga saat menang dan kalah.
Shayne Pattynama sudah ngomong soal sisi emosionalnya sejak film ini diluncurkan di Plaza Senayan, Jakarta, akhir April lalu. "Kami melewati masa-masa indah, pertandingan yang bagus saat kami menang, tetapi Anda juga melihat pertandingan di mana kami kalah dan kami semua merasa emosional," katanya. Buat Shayne, proyek ini juga personal, karena menyangkut negara tempat ayah dan keluarganya lahir.
"Apa yang kami lalui di balik pertandingan"
Di gala premiere di CGV Grand Indonesia, Jakarta, menjelang perilisan, sutradara Sam Christopher Webb menjelaskan apa yang ingin ia tangkap. "Selama dua tahun, kami berkesempatan mengikuti perjalanan para pemain dan melihat lebih dekat hal-hal yang tidak selalu terlihat oleh publik. Di balik setiap pertandingan, ada tekanan, keraguan, pengorbanan, dan cerita personal yang ikut membentuk perjalanan mereka," ujarnya.
Rizky Ridho, yang hadir bersama Marselino, Egy, Shayne, dan pelatih kepala Timnas John Herdman, kurang lebih bilang hal yang sama dari sisi pemain. "Selama ini, masyarakat melihat kami bertanding dan berjuang di lapangan. Lewat film ini, mereka bisa melihat lebih jauh apa yang kami lalui di balik pertandingan, termasuk tantangan dan pengorbanan yang menjadi bagian dari perjalanan kami," katanya.
Tagline filmnya juga senada: "No Dream Is Too Far. No Wait Is Too Long."
Morfem dan trailer kejutan di GBK
Soundtrack resminya adalah "Rayakan Pemenang" dari Morfem. Cara lagu ini diperkenalkan cukup unik. Pada 2 Oktober 2026, usai laga Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026, trailer perdana The Longest Wait tiba-tiba diputar di layar LED Zona 9 Ring Road GBK Gate G. Setelah itu Morfem, yang dipimpin Jimi Multhazam, muncul di tengah kerumunan suporter dan membawakan "Rayakan Pemenang" sekitar empat menit.
Kenapa rilisnya pas Sumpah Pemuda
Jadwal film ini sempat bergeser. Waktu diumumkan, The Longest Wait sempat direncanakan tayang 18 Juni 2026, lalu sempat disebut Agustus 2026, sebelum akhirnya dikunci di 28 Oktober. Executive Producer Sakti Parantean menyebut tanggal ini sengaja dipilih. "Karena kami mendapatkan privilege untuk rilis di hari Peringatan Sumpah Pemuda. Jadi ini merupakan hari yang spesial, film yang spesial, terutama untuk generasi muda," katanya. Ia juga mengajak penonton, "Datang lah ke bioskop, bukan hanya untuk menonton. Tetapi untuk selebrasi bahwa hari itu adalah hari Sumpah Pemuda."
Jadwal, bioskop, dan tim di baliknya
Untuk penayangan terbatas hari ini, The Longest Wait diputar di Cinepolis Senayan Park, Cinepolis Sun Plaza Medan, CGV Pakuwon Mall Yogyakarta, CGV Paris Van Java, XXI TSM Bandung, XXI PIM 1, XXI Senayan City, XXI Makassar, XXI Medan, dan XXI Surabaya. Mulai Kamis, film ini tayang lebih luas, jadi cek aplikasi bioskop di kotamu kalau mau nonton akhir pekan ini.
Durasinya 95 menit dengan klasifikasi Semua Umur dari Lembaga Sensor Film, jadi aman ditonton bareng adik atau keluarga. Bahasanya campuran Indonesia dan Inggris. Filmnya diproduksi Fremantle Indonesia dan Beach House Pictures, bekerja sama dengan PSSI lewat PT Garuda Sepak Bola Indonesia (GSI). Sam Christopher Webb menyutradarai bersama co-director Arief Soeliscane Affandi, dengan naskah dari Joy Gievano serta produser Wulan Resnisari dan Jemmy Mikhael.
Buat kamu yang ikut deg-degan, teriak, dan patah hati sepanjang kualifikasi kemarin, film ini kesempatan buat lihat lagi perjalanan itu dari dalam.
Foto: Timnas Indonesia berbaris sebelum laga melawan China di Kualifikasi Piala Dunia 2026, Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, 5 Juni 2025, oleh BPMI Sekretariat Presiden/Muchlis Jr (Wikimedia Commons, domain publik)