GIG ALERTS • NEW DROPS EVERY FRIDAY • JABODETABEK FIRST • JOIN THE CROWD • GIG ALERTS • NEW DROPS EVERY FRIDAY • JABODETABEK FIRST • JOIN THE CROWD • GIG ALERTS • NEW DROPS EVERY FRIDAY • JABODETABEK FIRST • JOIN THE CROWD • GIG ALERTS • NEW DROPS EVERY FRIDAY • JABODETABEK FIRST • JOIN THE CROWD •
Taylor Swift Jadi Anggota Termuda Nashville Songwriters Hall of Fame, Ungkit Prank Jangkrik
Music/News

Taylor Swift Jadi Anggota Termuda Nashville Songwriters Hall of Fame, Ungkit Prank Jangkrik

Mamen•

Taylor Swift resmi masuk Nashville Songwriters Hall of Fame pada Senin malam, 26 Oktober 2026 waktu Nashville, atau Selasa pagi waktu Indonesia. Di usia 36 tahun, ia jadi anggota termuda sepanjang sejarah hall of fame khusus penulis lagu tersebut. Pelantikannya berlangsung di 56th Nashville Songwriters Hall of Fame Gala di Music City Center, Nashville, Tennessee, kota tempat Taylor memulai kariernya sebagai penulis lagu remaja.

Pidato penerimaannya berdurasi hampir 10 menit, dan isinya bukan cuma ucapan terima kasih. Ada candaan soal "musuhan" belasan tahun dengan Brad Paisley gara-gara ribuan jangkrik, ada cerita soal rambut keriting yang bikin ia mirip spons, sampai pengakuan soal cara ia tetap waras di tengah ketenaran.

"Love Story" dari Lainey Wilson dan Intro Brad Paisley

Nashville Songwriters Hall of Fame punya tradisi yang unik: para inductee tidak menyanyikan lagunya sendiri. Lagu mereka dibawakan musisi lain sebagai bentuk penghormatan. Untuk Taylor, tugas itu jatuh ke bintang country Lainey Wilson, yang membawakan "Love Story" dalam versi stripped-back bernuansa bluegrass.

Yang memperkenalkan Taylor ke panggung adalah Brad Paisley, penyanyi country yang dulu sempat mengajak Taylor jadi pembuka turnya. Paisley mengenang Taylor sebagai remaja yang datang ke Nashville dan mulai menulis lagu bareng Liz Rose. Menurutnya, semua orang di sana waktu itu bertanya-tanya bagaimana seorang remaja bisa menulis sebagus itu. Ia juga menyinggung album "Speak Now", yang lagu-lagunya ditulis Taylor seluruhnya sendirian.

Dalam intronya, Paisley menyebut sekitar 149 stadion sold out di tur terakhir Taylor yang menjangkau enam benua, menyebut Taylor sebagai artis yang paling banyak di-stream dalam sejarah Spotify, dan mengingatkan bahwa Billy Joel pernah menyebutnya "The Beatles generasi kita". Ia lalu menutup dengan candaan: "Taylor, boleh aku daftar ke kampusmu? Aku perlu belajar satu dua hal darimu."

Prank Ribuan Jangkrik dari 2007

Begitu naik podium, Taylor lebih dulu berterima kasih ke Lainey Wilson, yang ia sebut salah satu orang paling keren di dunia. Ia bahkan sempat mempromosikan single baru Lainey yang katanya sedang ia putar berulang-ulang.

Setelah itu giliran Paisley yang kena. "Aku kaget lihat kamu di sini, karena kita sudah musuhan sejak 2007. Kamu tahu kenapa," kata Taylor. Ceritanya, Paisley kelewatan saat nge-prank di tur dengan mengisi seluruh bus tur Taylor dengan jangkrik hidup, jumlahnya ribuan. Menurut Taylor, berbulan-bulan ia tidak bisa tidur karena bunyi "krik, krik, krik" sepanjang malam, sampai sempat kepikiran membeli kadal peliharaan untuk membasminya. "Itu masa yang kelam," katanya. Tapi karena intro Paisley malam itu bagus banget, Taylor memutuskan mereka bisa baikan.

Nashville, Songwriters, Fame

Setelah bercanda, Taylor masuk ke bagian serius. Ia bercerita bahwa saat menerima kabar pelantikan ini, ia terus memandangi tiga kata dari nama penghargaannya: "Nashville", "Songwriters", dan "Fame". Pidatonya lalu dibangun dari tiga kata itu.

Soal songwriters, Taylor mengaku sudah menulis lagu sejak kecil. Sejak lagu pertamanya, ia tahu bahwa meskipun menulis lagu tidak bisa jadi kariernya, kegiatan itu tetap akan jadi passion yang jadi pusat hidupnya. Nashville, katanya, adalah kota yang ia datangi dalam lamunan masa SMP, tempat semua ilmu yang ingin ia pelajari berkumpul. Ternyata kota itu "jadi segalanya".

Fame ia sebut sebagai produk sampingan dari cintanya pada musik, dengan rumus sederhana: songwriter ditambah Nashville sama dengan fame. Ketenaran bikin banyak orang hafal lirik lagunya, dan menurut Taylor itu keren. Tapi ketenaran juga membawa "dosis kekacauan acak" yang muncul setiap hari, bahkan setiap beberapa jam. Cara ia kembali ke "true north" saat hidup terasa aneh adalah lewat ingatannya, terutama kenangan saat pertama kali tiba di Nashville.

Rambut Spons, Eric Church, dan Album Debut yang Genap 20 Tahun

Taylor mendapat kontrak publishing dengan Sony saat umurnya baru 14 tahun, lalu menulis lagu setiap hari di Music Row. "Aku kayak spons, rambutku keriting banget dan kuning, jadi aku memang kelihatan kayak spons juga," candanya. Ia juga memuji komunitas penulis lagu di kota itu: "Nggak ada komunitas musik seperti komunitas musik ini. Aku tahu, aku sudah cek semua komunitas."

Dari sesi-sesi menulis itu, ia belajar cara menembus creative block, memilih ide mana yang layak diperjuangkan dan mana yang harus dilepas, sampai menyesuaikan diri saat rekan penulisnya sedang hangover atau perlu curhat panjang soal perceraian sebelum mulai menulis. Menurut Taylor, penulis lagu punya empati yang luar biasa, tapi mereka juga manusia biasa, dan dalam banyak hal merekalah yang membesarkannya.

Ia lalu membagikan satu kenangan dari sekitar tahun 2005. Sepulang sekolah dari Hendersonville High School, ibunya mengantarnya ke Jody Williams Music, penerbit musik independen yang berkantor di sebuah rumah kecil. Di sana Taylor biasa menyapa Catherine di meja depan, yang kadang ditemani pacarnya, Eric. Kini keduanya sudah menikah sekitar 20 tahun dan punya anak. "Nama lengkapnya Eric Church, biar jelas," kata Taylor, merujuk ke bintang country tersebut.

Setelah itu ia akan naik ke ruangan bercat merah tempat Liz Rose menunggu, lalu bercerita soal kejadian di sekolah yang ingin dijadikan lagu. Begitu lagunya selesai, Taylor lari ke gudang di halaman belakang, yang dijadikan studio satu orang oleh produser demo Nathan Chapman. Nathan memainkan semua instrumen di demo-demo itu, dan Taylor kemudian memperjuangkan agar ia memproduseri seluruh album pertamanya. Album itu jadi album pertama buat mereka berdua, dan seperti kata Taylor, baru saja berusia 20 tahun beberapa hari lalu. Album debut "Taylor Swift" memang dirilis pada 24 Oktober 2006.

Dua Hall of Fame dalam Satu Tahun

Pelantikan di Nashville ini datang sekitar empat bulan setelah Taylor masuk Songwriters Hall of Fame di New York pada 11 Juni 2026. Di sana ia tercatat sebagai perempuan termuda yang pernah dilantik.

Taylor tidak dilantik sendirian. Angkatan tahun ini juga berisi Lyle Lovett, Bruce Channel, Shawn Camp, Lee Thomas Miller, dan mendiang J.I. Allison, drummer Buddy Holly and the Crickets. Penyanyi country George Strait menerima Career Maker Award di malam yang sama. Acara juga diisi tribute untuk anggota Hall of Fame yang wafat dalam setahun terakhir, termasuk Dolly Parton dan Don Schlitz.

Di akhir pidatonya, Taylor bilang fondasi dari Nashville yang membuatnya bisa gonta-ganti genre dan menulis bareng banyak orang dengan berbagai cara. Ia berjanji menyimpan penghargaan ini selamanya, karena Nashville adalah tempat yang mengasah hal yang paling ia banggakan dari dirinya. Menurutnya, malam itu adalah salah satu momen Nashville yang akan ia kunjungi lagi di hari hujan.

Foto: Taylor Swift di The Eras Tour, Arlington, Texas, 2 April 2023, oleh Ronald Woan (Wikimedia Commons, CC BY-SA 2.0)

Share This Article

Comments

Login to join the conversation and leave a comment.

Loading comments...