GIG ALERTS • NEW DROPS EVERY FRIDAY • JABODETABEK FIRST • JOIN THE CROWD • GIG ALERTS • NEW DROPS EVERY FRIDAY • JABODETABEK FIRST • JOIN THE CROWD • GIG ALERTS • NEW DROPS EVERY FRIDAY • JABODETABEK FIRST • JOIN THE CROWD • GIG ALERTS • NEW DROPS EVERY FRIDAY • JABODETABEK FIRST • JOIN THE CROWD •
Unggul 10-3 Lalu Runtuh: Paper Rex Tersingkir dari VALORANT Champions Shanghai di Tangan T1
Sports/Esports

Unggul 10-3 Lalu Runtuh: Paper Rex Tersingkir dari VALORANT Champions Shanghai di Tangan T1

Mamen•

Paper Rex resmi tersingkir dari VALORANT Champions Shanghai 2026. Tim asal Singapura yang diperkuat pemain Indonesia Jason "f0rsakeN" Susanto itu kalah 1-2 dari sesama wakil VCT Pacific, T1, di babak Lower Bracket Round 1 yang dimainkan di Jing'an Sports Center, Shanghai, Jumat (9/10/2026). Kekalahan ini terasa lebih menyakitkan karena datang dengan cara yang sudah terlalu akrab bagi penggemar PRX: unggul jauh, lalu kehilangan kendali di ujung.

Skor per map: T1 menang 13-7 di Lotus, Paper Rex membalas 13-6 di Ascent, lalu T1 menutup seri dengan kemenangan 13-11 di Summit. Dengan hasil itu, PRX finis di peringkat 7-8 dan, menurut Esports ID, membawa pulang hadiah US$50.000.

Tujuh Ronde yang Mengubah Segalanya

Seri dibuka di Lotus, map pilihan T1. Tim Korea Selatan itu tampil rapi dan menang 13-7. Paper Rex langsung menjawab di Ascent, map pilihan mereka sendiri, dengan kemenangan meyakinkan 13-6. Akun resmi Paper Rex di X sempat menyorot ace dari Adrian "invy" Reyes di awal map kedua dan clutch 1v2 miliknya, momen-momen yang membuat suasana di kubu PRX terasa sangat percaya diri menjelang map ketiga.

Summit, map sisa setelah proses ban dan pick, menjadi penentu. Di sinilah semuanya berbalik. Paper Rex memimpin 10-3, dan menurut laporan Hotspawn masih unggul 11-6 ketika T1 mulai bangkit. Dari titik itu, T1 merebut tujuh ronde berturut-turut dan menutup map 13-11 tanpa perlu overtime. Satu ronde lagi sebenarnya cukup bagi PRX untuk memaksa perpanjangan waktu, dua ronde untuk lolos. Keduanya tidak pernah datang.

Pola comeback seperti ini bukan hal baru bagi T1 di turnamen ini. Hotspawn mencatat, di fase grup mereka juga membalikkan ketertinggalan 6-11 melawan JD Gaming menjadi kemenangan 13-11. Bagi PRX, sebaliknya, kekalahan di Summit memperpanjang reputasi lama yang terus menghantui: kesulitan menutup map ketika sudah memegang keunggulan.

Tak lama setelah laga, Paper Rex mengunggah pernyataan singkat di X: "GGWP T1, we drop today's match [1-2]... With this loss, our #VALORANTChampions Shanghai journey ends here. Thank you to every fan who supported us and believed in the boys the past 4 years."

Ironisnya, Paper Rex datang ke babak playoff dengan status yang sangat bagus. Mereka menjuarai Grup C setelah menang 2-1 atas Team Liquid di laga pembuka turnamen dan kembali menang 2-1 atas G2 Esports di winners' match. Dua seri itu sama-sama berlangsung tiga map, tanda bahwa PRX tidak pernah benar-benar nyaman, tetapi hasilnya tetap mengantar mereka langsung ke playoff.

Masalah mulai muncul di perempat final upper bracket. LOUD menyapu Paper Rex 2-0, termasuk membalikkan ketertinggalan di babak pertama pada kedua map. Map kedua bahkan harus diselesaikan lewat overtime dan berakhir 15-13 untuk LOUD, meski Ilya "something" Petrov sempat memperpanjang napas PRX dengan clutch 1v2. Kekalahan itu menjatuhkan mereka ke lower bracket, tempat T1 sudah menunggu.

Jadi rekap PRX di Shanghai: dua kemenangan di fase grup, lalu dua kekalahan beruntun di playoff. Kekalahan dari T1 juga jatuh di hari yang buruk untuk VCT Pacific secara keseluruhan. Pada hari yang sama, Nongshim RedForce tersingkir setelah kalah dari 100 Thieves, seperti dilaporkan THESPIKE.GG.

Tahun Penuh Final, Tanpa Trofi

Musim 2026 sebenarnya bukan tahun yang buruk bagi Paper Rex jika dilihat dari jauh. Mereka menjuarai VCT Pacific Stage 1 lewat kemenangan 3-0 atas FULL SENSE, lalu menembus dua grand final internasional. Masalahnya, dua final itu sama-sama berakhir dengan kekalahan: 0-3 dari Nongshim RedForce di Masters Santiago dan 2-3 dari Leviatán di Masters London.

Setelah itu performa mereka menurun. Insider Gaming mencatat PRX finis di posisi terbawah bersama di Esports World Cup 2026 dan hanya menempati peringkat 5-6 di VCT Pacific Stage 2. Champions Shanghai sempat terlihat sebagai panggung penebusan, terutama setelah mereka memuncaki grup, tetapi berakhir di peringkat 7-8.

Hasil ini juga melengkapi catatan unik yang disorot Hotspawn. Paper Rex kini menjadi tim pertama yang pernah finis di setiap kemungkinan peringkat di event internasional VCT, dari juara di Masters Toronto 2025 hingga peringkat 17-32 di LOCK//IN São Paulo 2023. Satu-satunya trofi besar yang belum pernah mereka angkat tetap sama: gelar VALORANT Champions.

Sehari setelah tersingkir, akun Paper Rex mengunggah kilas balik empat tahun era kemitraan VCT. Dalam unggahan itu mereka menyebut capaian empat gelar VCT Pacific dan lima grand final internasional selama era tersebut.

Bagi penggemar Indonesia, ada satu sorotan tambahan. f0rsakeN adalah bagian dari inti skuad bersama Khalish "d4v41" Rusyaidee, Wang "Jinggg" Jing Jie, dan something, kini ditambah invy di bawah pelatih Alexandre "alecks" Sallé. Selama bertahun-tahun, f0rsakeN menjadi salah satu nama Indonesia paling dikenal di kancah VALORANT dunia, dan perjalanannya bersama PRX selalu diikuti dengan saksama oleh penonton Tanah Air.

Apa Selanjutnya untuk PRX?

Pertanyaan terbesar kini justru ada di luar server. Menurut Hotspawn, empat dari lima pemain Paper Rex memiliki kontrak yang berakhir tahun ini, dan hanya invy serta pelatih alecks yang terikat hingga 2027. Musim depan juga menjadi tahun pertama siklus baru VALORANT Champions Tour. Hingga artikel ini ditulis, belum ada pengumuman resmi dari Paper Rex soal susunan roster 2027. Karena itu, pertanyaan apakah skuad ini akan dipertahankan masih menunggu kabar dari pihak tim.

Sementara itu, langkah T1 juga tidak bertahan lama. Dua hari kemudian, Minggu (11/10/2026), mereka tersingkir setelah kalah 1-2 dari G2 Esports di perempat final lower bracket. Di kubu Paper Rex, akun resmi tim sempat menulis dukungan untuk G2 sebelum laga itu dimulai, cara santai khas PRX untuk menutup minggu yang berat.

Champions Shanghai masih berjalan tanpa Paper Rex. Grand final dijadwalkan pada 18 Oktober 2026. Bagi PRX dan para penggemarnya di Indonesia, ini akhir musim yang kembali menyisakan pertanyaan lama: sedekat apa lagi mereka harus berada dengan trofi Champions sebelum benar-benar mengangkatnya?

Foto: Yicun Liu/Riot Games

Share This Article

Comments

Login to join the conversation and leave a comment.

Loading comments...