GIG ALERTS • NEW DROPS EVERY FRIDAY • JABODETABEK FIRST • JOIN THE CROWD • GIG ALERTS • NEW DROPS EVERY FRIDAY • JABODETABEK FIRST • JOIN THE CROWD • GIG ALERTS • NEW DROPS EVERY FRIDAY • JABODETABEK FIRST • JOIN THE CROWD • GIG ALERTS • NEW DROPS EVERY FRIDAY • JABODETABEK FIRST • JOIN THE CROWD •
Empat Tim Tersisa di VALORANT Champions Shanghai: LOUD dan Vitality Menunggu, Juara Bertahan NRG Tumbang
Sports/Esports

Empat Tim Tersisa di VALORANT Champions Shanghai: LOUD dan Vitality Menunggu, Juara Bertahan NRG Tumbang

Mamen•

VALORANT Champions Shanghai 2026 kini tinggal menyisakan empat tim. Dalam dua hari terakhir playoff, Sabtu dan Minggu (10-11/10/2026), juara bertahan NRG serta wakil Korea Selatan T1 harus angkat koper. Di sisi lain, LOUD dan Team Vitality sudah mengunci tempat di tiga besar dan akan bertemu di final upper bracket.

Empat tim yang tersisa adalah LOUD, Team Vitality, 100 Thieves, dan G2 Esports. Tiga di antaranya berasal dari VCT Americas, sehingga wilayah tersebut sudah dipastikan punya wakil di grand final yang dijadwalkan berlangsung pada 18 Oktober 2026.

LOUD Tak Terbendung, Vitality Cetak Sejarah

Sabtu (10/10/2026) menjadi hari milik dua tim yang kini berada di jalur terbaik menuju gelar. LOUD menghadapi NRG, juara Champions sebelumnya, dan menang 2-1.

LOUD membuka seri dengan kemenangan 13-9 di Haven, map pilihan NRG. Duet Lucca "lukxo" Travaioli dan Roberto "erde" Lobos mengumpulkan total 45 kill di map itu. NRG membalas 13-10 di Sunset, dengan Georgio "keiko" Sanassy tampil menonjol memakai Chamber. Namun di map ketiga, Summit, LOUD benar-benar mengambil alih. Mereka menutup babak pertama dengan keunggulan 11-1 sebelum mengunci kemenangan. Menurut Esports ID, lukxo menutup seri dengan 63 kill dan 33 death, sementara erde mencatat 50 kill dan 30 death.

Hasil ini memperpanjang laju impresif LOUD di Shanghai. Tim muda ini sebelumnya menyapu Paper Rex 2-0 di perempat final upper bracket, termasuk lewat overtime 15-13 di map kedua.

Di laga lain, Team Vitality menyapu G2 Esports 2-0. Vitality sempat unggul 9-3 di babak pertama Abyss, sebelum G2 bangkit lewat penampilan Andrej "BABYBAY" Francisty. Vitality tetap menutup map itu 13-11, dengan Elias "Jamppi" Olkkonen tampil efektif memakai Yoru. Di Split, mereka kembali unggul 8-4 di babak pertama dan kali ini tidak memberi G2 ruang untuk comeback.

Kemenangan itu memberi Vitality catatan bersejarah. Ini menjadi pertama kalinya organisasi asal Prancis tersebut finis di tiga besar VALORANT Champions.

Minggu Kelabu untuk NRG dan T1

Sehari kemudian, Minggu (11/10/2026), dua laga lower bracket memangkas jumlah peserta menjadi empat.

Laga pertama mempertemukan dua tim Americas, NRG dan 100 Thieves, yang juga bertemu di final Esports World Cup. Hasilnya sama: 100 Thieves menang. Sheep Esports melaporkan map pertama, Sunset, berlangsung sangat ketat. NRG sempat unggul cepat 3-0 berkat tiga kill keiko di pistol round, tetapi 100 Thieves bangkit. Saat skor 11-10, Peter "Asuna" Mazuryk dan Matthew "Cryo" Panganiban memenangi situasi 2v4 yang menjadi titik balik, dan 100 Thieves akhirnya menang 14-12 lewat overtime.

Map kedua, Haven, jauh lebih timpang. 100 Thieves menang 13-4. Dengan hasil itu, musim sulit NRG berakhir. Sepanjang 2026, menurut Sheep Esports, sang juara dunia kerap kesulitan menghadapi tim-tim dari wilayahnya sendiri di event internasional, mulai dari dua turnamen Masters, EWC, hingga Champions.

Di laga kedua, G2 Esports mengalahkan T1 2-1. Lotus, map pilihan T1, berlangsung sangat ketat dan dimenangi G2 13-11. Alexander "jawgemo" Mor dan Kim "Meteor" Tae-oh sama-sama mencatat 27 kill di map itu. T1 menyamakan kedudukan lewat kemenangan 13-10 di Abyss, dipimpin penampilan apik Ham "iZu" Woo-joo. Namun di Ascent, setelah babak pertama berakhir 6-6, G2 mendominasi sisi bertahan dan menang 13-6.

Kekalahan itu mengakhiri perjalanan T1, tim yang dua hari sebelumnya menyingkirkan Paper Rex lewat comeback dramatis di Summit. Dengan hasil ini, tidak ada lagi wakil VCT Pacific yang tersisa di turnamen.

Jalan Menuju Grand Final

Kamis, 16 Oktober 2026, akan menjadi hari yang padat. Final upper bracket mempertemukan Team Vitality dan LOUD, dengan pemenangnya langsung melaju ke grand final. Beberapa jam kemudian, 100 Thieves dan G2 Esports bertarung di semifinal lower bracket.

Pertemuan 100 Thieves dan G2 punya cerita tersendiri. Keduanya sudah bertemu di ronde pembuka playoff pada 8 Oktober, dan saat itu 100 Thieves menang 2-0. G2, menurut Sheep Esports, sedang menjalani apa yang disebut sebagai "last dance" dengan skuad ini, sehingga setiap seri bisa menjadi yang terakhir bagi mereka.

Pemenang laga lower bracket itu akan menghadapi tim yang kalah di final upper bracket untuk memperebutkan tiket terakhir ke grand final pada 18 Oktober 2026 di Shanghai.

Bagi penonton Indonesia, Champions tahun ini mungkin sudah kehilangan daya tarik utamanya setelah Paper Rex, tim yang diperkuat f0rsakeN, tersingkir. Namun dengan LOUD yang tampil impresif, Vitality yang sedang menulis sejarah, serta 100 Thieves dan G2 yang masih terus bertahan, empat hari terakhir di Shanghai tetap menjanjikan pertandingan berkualitas tinggi.

Foto: Yicun Liu/Riot Games

Share This Article

Comments

Login to join the conversation and leave a comment.

Loading comments...