GIG ALERTS • NEW DROPS EVERY FRIDAY • JABODETABEK FIRST • JOIN THE CROWD • GIG ALERTS • NEW DROPS EVERY FRIDAY • JABODETABEK FIRST • JOIN THE CROWD • GIG ALERTS • NEW DROPS EVERY FRIDAY • JABODETABEK FIRST • JOIN THE CROWD • GIG ALERTS • NEW DROPS EVERY FRIDAY • JABODETABEK FIRST • JOIN THE CROWD •
UMKM Asli Papua Butuh Akses Digital yang Berkelanjutan
Public Voice/Public Voice

UMKM Asli Papua Butuh Akses Digital yang Berkelanjutan

Mamen Public Voice

Pemerintah Kabupaten Jayapura membekali kemampuan dan kompetensi digital bagi pelaku UMKM asli Papua. Menurut laporan Antara pada 1 Juli 2026, langkah ini diarahkan agar pelaku usaha lokal mampu memanfaatkan teknologi untuk memperluas pasar dan meningkatkan daya saing.

Public Voice melihat isu ini sebagai bagian dari pemerataan ekonomi yang sering luput dari headline besar. Digitalisasi UMKM bukan hanya soal mengajari pelaku usaha membuka akun media sosial atau toko daring. Yang lebih penting adalah memastikan mereka punya akses perangkat, koneksi, literasi pembayaran, kemasan produk, pencatatan keuangan, dan pendampingan yang cukup lama untuk benar-benar naik kelas.

Untuk UMKM asli Papua, program digital perlu sensitif terhadap konteks lokal. Produk berbasis adat, pangan lokal, kerajinan, dan jasa komunitas tidak bisa dipaksa masuk ke pola pasar yang seragam. Pemerintah daerah perlu membantu menghubungkan pelaku usaha dengan pasar tanpa menghilangkan identitas dan posisi tawar mereka sendiri.

Risiko terbesar dari program semacam ini adalah berhenti sebagai pelatihan sesaat. Jika setelah kelas selesai tidak ada kanal pemasaran, akses pembiayaan, bantuan administrasi usaha, dan evaluasi penjualan, maka digitalisasi hanya menjadi slogan. Pemkab Jayapura perlu mengukur hasilnya secara konkret: berapa usaha yang aktif menjual, berapa transaksi terjadi, dan hambatan apa yang masih dialami pelaku UMKM.

Di titik itu, kompetensi digital dapat menjadi alat pemerataan, bukan sekadar agenda modernisasi. Yang harus dijaga adalah keberlanjutan: pelaku UMKM asli Papua tidak hanya dikenalkan pada teknologi, tetapi ditemani sampai teknologi itu benar-benar memperkuat pendapatan dan kemandirian ekonomi mereka.

Sumber: Antara News.

Share This Article

Comments

Login to join the conversation and leave a comment.

Loading comments...