Lagu-lagu Ye (Kanye West) sudah lebih dulu menggema di Jakarta, enam hari sebelum sang rapper naik panggung di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Minggu malam (18/10/2026), terowongan pejalan kaki di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, disulap jadi ruang konser lewat "Tunnel Vision: An Ode to Ye". Di sana, paduan suara 35 orang membawakan medley 15 lagu Ye yang diaransemen ulang dengan kendang, salah satu instrumen tradisional Indonesia.
Acara ini digelar Raw Vision Collective, promotor YE Live in Jakarta, dengan dukungan platform aset digital Mobee. Pertunjukannya jadi bagian dari rangkaian "Road to Ye Live" yang mengarah ke konser utama pada Sabtu, 24 Oktober 2026. Mixmag Asia menyebut "Tunnel Vision" sebagai aktivasi terakhir sebelum hari-H.
Dipimpin Tony Williams, Sepupu dan Kolaborator Lama Ye
Orang di balik konsep ini adalah Tony Williams, penyanyi, penulis lagu, dan produser asal Amerika Serikat yang sudah meraih Grammy. Ia memproduseri sekaligus mengkurasi pertunjukan tersebut. Kalau kamu ngikutin karier Ye sejak awal, nama Tony mungkin sudah familier. Ia dikenal sebagai kolaborator Ye sejak album debut "The College Dropout", dan menurut Mixmag Asia, ia juga sepupu Ye.
Tony tidak cuma muncul malam itu. Pagi harinya, Minggu (18/10) pukul 05.30 WIB, ia memimpin lari pagi 5 kilometer yang terbuka untuk umum. Start-nya dari Discovery Hotel di SCBD, kawasan yang sama dengan lokasi pertunjukan malamnya.
Dari "Street Lights" sampai "Ghost Town", Versi Choir dan Kendang
Medcom dan kumparan melaporkan pertunjukan ini memadukan unsur choir kontemporer dengan instrumen tradisional Indonesia. Hasilnya, lagu-lagu Ye yang biasa kamu dengar dalam versi aslinya muncul dengan nuansa yang beda: harmoni vokal paduan suara yang memanfaatkan akustik terowongan, ditopang ritme kendang.
Total ada 15 lagu yang dibawakan. Beberapa di antaranya "FourFiveSeconds", "CARNIVAL", "Street Lights", "Moon", dan "Ghost Town". Selain paduan suara, panggung itu juga diisi Dre Synth, Glorify TLE, dan penyanyi Indonesia Angel Pieters. Jadi ini bukan sekadar cover, tapi kolaborasi musisi internasional dengan talenta lokal.
Karen Tjahja, Marketing & Communications Lead Raw Vision Collective, menjelaskan tujuan acara ini. "Antusiasme menuju YE Live in Jakarta 2026 semakin terasa, dan kami ingin menyambutnya dengan menghadirkan pengalaman yang juga memberi sesuatu yang berbeda bagi para penggemar," ujarnya, seperti dikutip Medcom dan kumparan. Ia menambahkan, acara ini memang dirancang untuk mempertemukan musisi internasional dan talenta Indonesia.
Buat kamu yang kelewatan, pertunjukan ini disiarkan langsung lewat Instagram dan TikTok. Menurut Mixmag Asia, rekaman sesi lengkapnya juga sudah diunggah ke YouTube.
Sabtu Ini, Konser Perdana Ye di Indonesia
"Tunnel Vision" baru pemanasan. Acara utamanya, YE Live in Jakarta, digelar Sabtu, 24 Oktober 2026, di Stadion Utama GBK. Menurut pengelola GBK (PPKGBK) dan The Straits Times, ini konser pertama Ye di Indonesia. Jakarta juga jadi satu-satunya kota Asia Tenggara di tur Ye Live 2026. ANTARA mencatat tur ini digelar untuk mempromosikan "Bully", album studio ke-12 Ye.
Yang bikin penasaran tentu panggungnya. Ye akan membawa Globe Stage, panggung berbentuk bola raksasa 360 derajat yang diletakkan di tengah stadion. Ye tampil di atas bola itu, sementara penonton mengelilinginya dari segala sisi. Kepada The Straits Times, Karen menyebut semua elemen yang dipakai di negara lain, mulai dari panggung 360 derajat, piroteknik, laser, sampai efek api, akan sama di Jakarta. Tim Ye juga akan mengirim peralatan produksi utamanya ke Indonesia.
Skala penontonnya juga besar. PPKGBK menyebut Stadion Utama GBK berkapasitas lebih dari 77.000 orang. Raw Vision Collective mencatat sekitar 20.000 penggemar internasional sudah membeli tiket, seperti dilaporkan Medcom dan kumparan. The Straits Times bahkan menulis bahwa pembeli dari luar negeri menyumbang 52,8 persen pembelian tiket di 24 jam pertama, dengan transaksi tercatat dari 73 negara.
Catatan Tiket Sebelum Berangkat ke GBK
Kalau kamu masih mau berburu tiket atau sudah pegang tiket, ada beberapa aturan yang perlu diingat. Berdasarkan informasi promotor yang dirangkum ANTARA:
- Kanal resmi: tiket hanya dijual lewat yejakarta.com. PPKGBK juga mengimbau penonton membeli hanya lewat kanal resmi supaya terhindar dari penipuan dan calo.
- Harga: ada delapan kategori, mulai Rp1.875.000 (CAT 4) sampai Rp9.850.000 (VIP East dan VIP West). Harga ini belum termasuk pajak 10 persen, biaya platform 6 persen, dan biaya layanan lain.
- E-tiket: diakses lewat aplikasi LOKET X. Screenshot e-tiket tidak bisa dipakai untuk masuk.
- Identitas: pembelian wajib memakai identitas resmi seperti KTP, paspor, SIM, kartu keluarga, atau kartu pelajar. Nama dan data tidak bisa diubah setelah transaksi.
- Refund: tiket tidak bisa ditukar atau di-refund, kecuali konser dibatalkan penyelenggara.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga ikut mendukung. Menurut The Straits Times, Gubernur Pramono Anung dalam konferensi pers 15 September menyatakan dukungan penuh, termasuk soal pengaturan transportasi. Ia juga menyebut konser ini sebagai momen yang sangat membanggakan bagi Jakarta, seperti dikutip Mixmag Asia.
Konteks: Tur yang Tidak Selalu Mulus
Konser Ye di Jakarta juga datang dengan latar belakang yang perlu kamu tahu. Menurut The Straits Times, sepanjang 2026 Ye sudah tampil di kota seperti Madrid, Arnhem, dan Almaty, tapi beberapa rencana konsernya batal, termasuk di Inggris, Polandia, Swiss, dan dua show di St Petersburg. Ye juga menuai kecaman luas atas komentar antisemitnya. Pada Januari 2026, ia memasang iklan permintaan maaf satu halaman penuh di The Wall Street Journal. Pihak promotor mengaku sudah mempelajari risikonya dan berdiskusi dengan tim Ye soal budaya serta sensitivitas lokal sebelum memastikan konser ini.
Terlepas dari itu, buat banyak penggemar, ini kesempatan pertama melihat langsung musisi di balik "Gold Digger", "Stronger", "Heartless", dan album "My Beautiful Dark Twisted Fantasy". Sambil menunggu Sabtu, rekaman "Tunnel Vision" di YouTube bisa jadi pemanasan yang pas. Siapkan juga aplikasi LOKET X-mu dari sekarang.
Foto: Ye tampil di atas panggung berbentuk bola dunia saat konser di Soldier Field, Chicago, Amerika Serikat, 4 September 2026 (goodasssub / Wikimedia Commons, CC BY 4.0)