Langkah musik penyanyi dan penulis lagu Bernadya kembali berlanjut lewat karya terbarunya. Pada Selasa, 13 Oktober 2026, Bernadya resmi merilis single baru berjudul "Lebih Beruntung Sedikit" bersama Pamungkas. Kabar perilisan kolaborasi ini juga langsung diunggah oleh akun X Indonesian Pop Base (@iPopBase).
Lagu "Lebih Beruntung Sedikit" tercatat di platform Spotify sebagai single Bernadya yang berisi satu lagu di bawah naungan label JUNI Records. Sementara itu, judul lengkap lagu ini juga dituliskan sebagai "Lebih Beruntung Sedikit (feat. Pamungkas)". Video musik resminya tayang di kanal YouTube resmi Bernadya (@bernadyaribka) dengan judul "Bernadya, Pamungkas - Lebih Beruntung Sedikit (Official Video)". Saat ini, lagu tersebut sudah tersedia dan dapat didengarkan di seluruh platform musik digital.
Kolaborasi Spesial Diproduseri Eross Candra Sheila on 7
Proses di balik layar lagu "Lebih Beruntung Sedikit" melibatkan deretan musisi kenamaan Tanah Air. Lagu ini ditulis secara bersama-sama oleh Bernadya (Bernadya Ribka), Eross Candra, dan Pamungkas. Selain ikut menulis dan menjadi komposer, Eross Candra yang dikenal sebagai gitaris Sheila on 7 juga bertindak langsung sebagai produser musik untuk lagu ini.
Proyek ini mencatatkan sejarah tersendiri dalam karier Bernadya, sebab ini merupakan pertama kalinya Eross memproduseri lagu untuknya. Bernadya menganggap Eross dan Sheila on 7 sebagai idolanya sejak era 2000-an atau sejak ia kecil. Kesempatan bekerja bersama Eross ini diakui sebagai mimpi masa kecil Bernadya yang akhirnya terwujud secara nyata.
Keterlibatan Eross dalam lagu ini disebut menghadirkan babak baru dalam nuansa era 2000-an yang diusung oleh Bernadya. Langkah ini menjadi kelanjutan perjalanan musiknya setelah sebelumnya merilis album penuh berjudul "Semoga Hanya di Mimpi". Proses pengerjaan lagu "Lebih Beruntung Sedikit" sendiri sudah dimulai sejak bulan Mei 2026 di kawasan Rempoa, Tangerang Selatan.
Makna dan Pesan di Balik Lagu
Dari segi cerita, "Lebih Beruntung Sedikit" mengusung tema tentang menerima kenyataan hidup yang tidak selalu berjalan sesuai dengan harapan. Lagu ini menyampaikan harapan sederhana agar kehidupan bisa menjadi lebih baik setelah berbagai pengalaman yang telah dilewati.
Pesan utama tersebut terangkum dengan jelas dalam penggalan lirik "Ku berharap kita lebih beruntung sedikit". Lirik ini merefleksikan keinginan seseorang untuk tetap melanjutkan hidup setelah mengalami kehilangan, rasa kecewa, atau rencana-rencana yang tidak terwujud.
Lewat single ini, Bernadya mengingatkan kepada para pendengar bahwa hidup memang tidak selalu berjalan sesuai rencana. Harapan terkadang cukup hadir dalam bentuk keinginan sederhana untuk memperoleh sedikit keberuntungan di hari-hari berikutnya. Di tengah situasi ketidakpastian, hadirnya sebuah harapan bisa menjadi bentuk keberanian untuk berdamai dengan keadaan.
Jejak Karier Bernadya, Pamungkas, dan Eross Candra
Penyanyi bernama lengkap Bernadya Ribka Jayakusuma ini lahir pada 16 Maret 2004 di Surabaya dan meniti karier sebagai penyanyi-penulis lagu di bawah JUNI Records. Perjalanannya diawali saat mengikuti ajang The Voice Kids Indonesia musim pertama (2016) di tim Tulus, sebelum membentuk duo Celine & Nadya bersama kakaknya pada 2018.
Bernadya kemudian menandai debut solonya lewat lagu "Apa Mungkin" pada 23 September 2022, lalu meluncurkan EP "Terlintas" pada 2023 yang memuat lagu hits "Satu Bulan". Album penuh pertamanya, "Sialnya, Hidup Harus Tetap Berjalan", dirilis pada 23 Juni 2024 dan sukses meraih tiga piala di ajang AMI Awards 2024 untuk kategori Album Terbaik-Terbaik, Album Pop Terbaik, dan Pencipta Lagu Pop Terbaik. Pada Agustus 2024, Bernadya mencetak dua rekor Spotify sehari sebagai artis yang paling banyak didengarkan dalam sehari di Indonesia dan album paling banyak didengarkan dalam sehari di Indonesia. Di ajang Spotify Wrapped Live Indonesia 2024, ia memenangi kategori Indonesia Top Artist of the Year serta Top Song of the Year untuk lagu "Satu Bulan".
Album penuh keduanya, "Semoga Hanya di Mimpi", dirilis JUNI Records pada Rabu, 24 Juni 2026. Album berisi 10 lagu tersebut terinspirasi oleh musik pop Indonesia era awal 2000-an dan melibatkan banyak nama musisi seperti Baskara Putra, Petra Sihombing, Rendy Pandugo, Enrico Octaviano, Vega Antares, serta Perunggu dalam lagu "Peluk Aku Sekarang!". Judul album tersebut lahir dari ketakutan Bernadya akan rasa tenang setelah membaca artikel tentang cherophobia, dengan deretan trek seperti "Laut yang Tenang", "Kita Buat Menyenangkan", "Rabun Jauh", dan "Belum Sempat Kenal".
Sementara itu, kolaboratornya, Pamungkas, memiliki nama lengkap Rizki Rahmahadian Pamungkas. Lahir pada 14 April 1993 di Jakarta, ia dikenal sebagai penyanyi, penulis lagu, sekaligus produser. Pamungkas telah merilis sederet album studio mulai dari album debut "Walk the Talk" (2018), "Flying Solo" (2019), "Solipsism" (2020), "Birdy" (2022), hingga "Hardcore Romance" (2024). Ia tercatat sebagai artis Indonesia paling banyak diputar di Spotify Wrapped 2020. Lagu hits miliknya, "To the Bone" yang berasal dari album "Flying Solo", pada April 2021 menjadi lagu yang paling lama menduduki puncak Spotify Indonesia Top 50.
Sosok Eross Candra sendiri lahir pada 3 Juli 1979 di Yogyakarta. Ia merupakan pendiri sekaligus gitaris Sheila on 7 dan menjadi pencipta lagu paling aktif di band tersebut. Cikal bakal Sheila on 7 (Sheila Gank) terbentuk sejak 6 Mei 1996 sebelum merilis album perdana "Sheila On 7" pada 1999. Selain di bandnya, lagu-lagu ciptaan Eross juga dibawakan oleh musisi lain, seperti "Bendera" yang dibawakan oleh Cokelat, serta ikut menulis lagu "Menghapus Jejakmu" milik Peterpan. Pada Agustus 2026, Eross menceritakan bahwa media radio memiliki jasa besar bagi perjalanan Sheila on 7, di mana lagu "Kita" pertama kali diputar oleh radio JIZ FM saat band mereka masih berstatus indie dan para personelnya masih duduk di bangku SMA.