GIG ALERTS • NEW DROPS EVERY FRIDAY • JABODETABEK FIRST • JOIN THE CROWD • GIG ALERTS • NEW DROPS EVERY FRIDAY • JABODETABEK FIRST • JOIN THE CROWD • GIG ALERTS • NEW DROPS EVERY FRIDAY • JABODETABEK FIRST • JOIN THE CROWD • GIG ALERTS • NEW DROPS EVERY FRIDAY • JABODETABEK FIRST • JOIN THE CROWD •
The Rose Konser ROSETOPIA di Jakarta Malam Ini, Tur Terakhir Sebelum Hiatus
Music/News

The Rose Konser ROSETOPIA di Jakarta Malam Ini, Tur Terakhir Sebelum Hiatus

Mamen•

The Rose naik panggung di Jakarta malam ini, Jumat, 23 Oktober 2026. Band rock asal Korea Selatan itu menggelar ROSETOPIA Asia Tour 2026 di The Kasablanka Hall, Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, dengan jadwal mulai pukul 20.00 WIB. Konser ini terasa beda dari kunjungan-kunjungan sebelumnya, karena ROSETOPIA adalah tur terakhir The Rose sebelum mereka rehat sebagai grup untuk waktu yang belum ditentukan.

Jakarta juga termasuk tiga pemberhentian terakhir tur Asia mereka. Setelah malam ini, Woosung, Dojoon, Hajoon, dan Taegyeom masih dijadwalkan tampil di Kuala Lumpur pada 25 Oktober, lalu menutup tur di Singapura pada 27 Oktober. Ini yang perlu kamu tahu sebelum gate dibuka.

Info Konser Malam Ini

ROSETOPIA Asia Tour 2026 in Jakarta dipromotori CK Star Entertainment. Tiketnya dijual sejak general sale 22 Juli 2026 pukul 12.00 WIB lewat situs resmi therosejakarta2026.com, dalam enam kategori. Ada tiga kategori duduk, yaitu Diamond Rp3.950.000, Gold Rp3.600.000, dan Silver Rp3.300.000, serta tiga kategori berdiri: CAT 1 Rp2.200.000, CAT 2 Rp1.800.000, dan CAT 3 Rp1.450.000. Semua harga itu belum termasuk pajak dan biaya layanan.

Tiga kategori teratas punya benefit tambahan. Pemegang tiket Silver dapat akses soundcheck, Gold dapat soundcheck plus group photo, sedangkan Diamond dapat soundcheck, group photo, dan kesempatan mendapat poster bertanda tangan.

Sebelum berangkat, cek lagi aturan dari promotor. Anak di bawah 13 tahun wajib didampingi orang tua atau wali, dan anak di bawah 6 tahun tidak boleh masuk. Kamera profesional, tablet, vape, rokok, serta makanan dan minuman dari luar termasuk barang yang dilarang. Konser ini juga tidak memberlakukan re-entry, jadi sekali keluar dari area venue, kamu tidak bisa masuk lagi.

Kenapa ROSETOPIA Terasa Beda

Kabar rehat ini datang pada 11 April 2026. Lewat Instagram, Woosung mengunggah surat atas nama band. Isinya, setelah album "ROSE" dan tur "ROSETOPIA", The Rose akan istirahat, "not as an end, but as a moment to breathe", supaya tiap member bisa tumbuh dan menemukan diri masing-masing. Surat itu ditutup dengan kalimat "This is not a goodbye. It's just.. once in a blue moon." Jadi, ini bukan bubar.

Promotor menggambarkan ROSETOPIA sebagai tempat "where past and present coexist", saat setiap lagu dan kenangan kembali utuh. Tur ini dibuka di Madison Square Garden, New York, pada awal Juni 2026, lalu keliling ke berbagai kota, termasuk Sydney, Melbourne, Bangkok, Kaohsiung, dan Manila.

Kepada Forbes, The Rose menjelaskan bedanya jeda kali ini. Dulu mereka berhenti karena keadaan: pandemi, wajib militer member asal Korea, dan gugatan pemutusan kontrak dengan label lama. Kali ini keputusan sepenuhnya di tangan mereka sendiri, lewat label mandiri bernama AKHET. "For the longest time, the narrative was never in our favor," kata Woosung. Dojoon menambahkan, mereka sudah tur dan menulis lagu terus-menerus selama empat tahun, jadi butuh waktu untuk melihat ke diri sendiri.

Album ROSE, Nama yang Disimpan Sejak Awal

ROSETOPIA berjalan beriringan dengan "ROSE", album studio penuh ketiga mereka yang rilis 30 Agustus 2026. Isinya delapan lagu dengan title track "Walking On Clouds", didahului dua single pre-release, "Blue Moon" pada April dan "Utopia" pada Juni.

Menurut Woosung, judul "ROSE" sudah mereka simpan sejak awal karier. Rilisan-rilisan sebelumnya juga selalu empat huruf, dari Dawn, Void, HEAL, DUAL, sampai WRLD. "Four letters. Always," katanya ke Forbes. Soal "Blue Moon", band menyebutnya surat cinta untuk perjalanan sepuluh tahun mereka. Woosung menegaskan, "it wasn't a goodbye letter; it was a thank-you letter."

Dalam wawancara dengan Vogue Singapore, The Rose menyebut "Utopia" sebagai lagu paling bermakna di album ini. Alasannya, utopia yang mereka capai bukan hasil kerja The Rose sendirian, tapi tempat yang dibangun bareng fans. Album ini juga punya beberapa hal baru buat mereka. Ada solo bass pertama di "Threshold", eksperimen elemen EDM di "Control", dan "Home" yang ikut dinyanyikan Taegyeom dan Hajoon.

Lagu yang Biasanya Dibawakan di ROSETOPIA

Setlist malam ini belum bisa dipastikan, tapi pola tur ini cukup jelas. Menurut rangkuman setlist.fm dari 11 konser ROSETOPIA, show biasanya dibuka dan ditutup dengan "Utopia". Di tengahnya, lagu yang sering muncul antara lain "RED", "You're Beautiful", "Walking On Clouds", "Threshold", "Back to Me", "Alive", "Sorry", "She's in the Rain", "Sour", dan "Blue Moon". Durasi rata-ratanya sekitar 1 jam 45 menit.

Kalau "Sour" dibawakan, siap-siap angkat tangan. Ke Vogue Singapore, The Rose bilang lagu ini favorit mereka untuk dibawakan live, karena di bagian akhirnya mereka melambaikan tangan bareng penonton dan rasanya seperti ngobrol lewat musik. Menariknya, band ini sengaja membawakan lagu-lagu baru sejak awal tur, bahkan sebelum albumnya rilis, supaya fans mendengarnya pertama kali bareng-bareng di konser.

The Rose dan Indonesia

Buat Black Rose Indonesia, malam ini adalah reuni kesekian. The Rose pernah menggelar Heal Together World Tour di Balai Sarbini pada 6 Januari 2023, lalu Dawn To Dusk di The Kasablanka Hall, venue yang sama dengan malam ini, pada 20 Januari 2024. Juli lalu, mereka juga jadi penampil utama hari ketiga Prambanan Jazz Festival 2026 pada 5 Juli, membawakan lagu seperti "Utopia" dan "RED" dengan latar Candi Prambanan.

The Rose debut pada Agustus 2017 lewat "Sorry", yang kemudian masuk daftar lagu K-pop terbaik 2017 versi Billboard. Sejak itu, band yang menulis dan memproduseri lagunya sendiri ini sudah tampil di panggung seperti Coachella dan Lollapalooza. Formasinya Woosung di vokal dan gitar, Dojoon di keyboard dan vokal, Taegyeom di bass, dan Hajoon di drum.

Setelah Tur Selesai

Setiap member sudah punya rencana masing-masing. Kepada Forbes, Hajoon bilang ia ingin menunjukkan lebih banyak tentang dirinya lewat proyek solo. Woosung punya album solo yang menurutnya "almost ready", dengan arah yang lebih pop dibanding album "Genre" (2021) dan "4444" (2024). Taegyeom, yang dulu dikenal dengan nama Jaehyeong, sedang belajar akting untuk melanjutkan karier aktingnya. Dojoon punya rencana paling santai: keliling dunia untuk mencari tempat tinggal di luar negeri.

Lewat Vogue Singapore, The Rose menitip pesan untuk fans menjelang rehat. Mereka bilang selama ini justru merekalah yang banyak mendapat healing dari Black Rose. "After a short break, the day will come when we can meet again," tulis mereka. Buat yang ada di Kasablanka malam ini, nikmati setiap lagunya. Yang di rumah, album "ROSE" bisa jadi teman menunggu mereka kembali.

Foto: The Rose di Lollapalooza Chile 2023, oleh Transparent Arts (Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0)

Share This Article

Comments

Login to join the conversation and leave a comment.

Loading comments...